Ilustrasi |
PRINGSEWU, KI - Kepala Kepolisian Sektor Pringsewu Komisaris Andik P Sigit mengungkapkan 4000 warga menjadi korban dugaan penipuan yang berkedok investasi bodong Un Swissindo. "Data terakhir terungkap ada sekitar 4000 warga yang menjadi korban," ujar Kapolsek.
Menindaklanjuti permasalahan tersebut pihaknya mengambil langkah strategis yakni menetapkan tempat-tempat yang banyak pengikutnya.
"imbauan kepada masyarakat supaya sadar akan segala bentuk propaganda dan penipuan. Kita identifikasi pelaku berikut penyebaran kegiatan ini guna mencegah adanya korban lagi," terang Andik.
Andik juga meminta para perbankan segera memasang pemberitahuan seperti banner dalam upaya antisipasi bertambahnya korban dan juga itu dapat mempersempit ruang gerak pelaku.
"polisi tidak akan segan menjerat para pelaku dengan pasal penipuan bila cukup bukti," tegasnya.
Untuk diketahui UN Swissindo memiliki program membagikan voucher M1 kepada masyarakat yang sudah memiliki e-KTP . Sedangkan masyarakat yang memiliki voucher tersebut nantinya dapat menukarkan rekening dan ATM ke Bank Mandiri.
Yakni, fotokopi KTP, pas foto 3x4, cap jempol dan membayar uang administrasi sebesar Rp 10 ribu. UN Swissindo sudah merekrut sebanyak 3000 sampai dengan 4000 anggota di Kabupaten Pringsewu.(NA)
Walah wartawan apa koran online nya nih yg buyan ... cari berita itu yang valid dan benar jgan karena pesanan dan embel2 jadi se enaknya buat berita tanpa fakta.
BalasHapusKpd WONG APRI: Terima kasih telah menjadi pembaca kopiinstitue.com. kami menerima setiap kriti, saran dan hak jawab dari narasumber. Berita ini diliput oleh wartawan kami secara langsung berdsarkan pantauan, narasumber yang jelas dan kompeten serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. tidak ada tendensi atau pesanan dari siapapun karena kami menyajikan berita sesuai fakta.
HapusKpd WONG APRI: Terima kasih telah menjadi pembaca kopiinstitue.com. kami menerima setiap kriti, saran dan hak jawab dari narasumber. Berita ini diliput oleh wartawan kami secara langsung berdsarkan pantauan, narasumber yang jelas dan kompeten serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. tidak ada tendensi atau pesanan dari siapapun karena kami menyajikan berita sesuai fakta.
Hapus