NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragam. Tampilkan semua postingan

Mahasiswi ini isi akhir pekan dengan kegiatan positif.

05.00
Mahasiswi Teknokrat Semester 7, Gea Viuri.
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu akhir pekan, salah satunya nongkrong atau berkumpul bersama teman-teman seperti Mahasiswi Teknokrat ini. Gadis bernama Gea Viuri menuturkan, sebagai anak muda dirinya tidak terjebak dalam pergaulan mengatasnamakan modern yang hanya mengenal Mall sebagai tempat nongkrong.

Karena nongkrong disuasana outdoor, Ruang Terbuka Hijau (RTH) ternyata lebih disukai dibanding nongkrong di Mall-mall. Hal itu menurutnya dapat membuat pergaulan semakin positif dan menyenangkan.

“menurut aku sih sebenarnya Lampung sangat nyaman, jadi untuk mengisi akhir pekan kita lebih memilih nongkrong sama temen-temen dengan suasana Outdoor dibanding Mall," kata Gea Viuri, Sabtu (16/9/2017).

Gea menceritakan, biasanya pergaulan di Kota-kota besar lebih cenderung ke Mall-mall dan tempat hiburan sehingga sangat rawan terjebak dalam arus negatif pergaulan.

Mahasiswi semester 7 Teknokrat ini mengajak para remaja Lampung,  anak muda untuk dapat mengisi akhir pekan dengan berbagai kegiatan positif sebagai upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berpendidikan.

Gadis kelahiran Tanjung Pandan ini pun menambahkan, cara serta gaya bergaul anak muda zaman sekarang tidak boleh coba-coba ataupun terpengaruh narkoba. Sebab, jelas Gea, anak muda adalah harapan bangsa sehingga jika anak mudanya rusak maka rusak pula bangsa tersebut.

“anak muda kan sebagai pemegang tonggak masa depan jadi wajib untuk berpendidikan, cerdas serta bebas pengaruh pergaulan negatif lainnya. Itu dapat dimulai dari memilih pergaulan dan cara mengisi waktu dengan kegiatan positif," tuturnya.

Biodata
Nama : Gea Viuri
Tempat, tangal lahir : Tanjung Pandan, Belitung 15 Sepember 1997
Alamat Jl Rusan, Kedaton Bandar Lampung.
Prestasi : Duta Favorite Teknokrat 2016., Peserta Muli Mekhanai Pesawaran 2017, Peserta JPI Pringsewu 2017.

HUT RI ke-72. Peran Polwan Mengisi Kemerdekaan. Ipda Foni : Always be Happy. Sosok Foni dimata Tiga Polwan.

22.32
Ipda Foni Salim
BANDARLAMPUNG, KI – Hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperingati setiap 17 Agustus merupakan hari bersejarah Bangsa Indonesia. Sejak pendiri bangsa memproklamirkan kemerdekaan maka sejak itu pula Indonesia terbebas dari segala bentuk penjajahan.

Oleh karenanya, sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memerdekakan bangsa ini seyogyanya diisi sebaik-baiknya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan seperti halnya profesi Kepolisian. Tapi, kali ini bukan mengangkat berita-berita kriminal ataupun ungkap kasus, melainkan peran polisi wanita dalam mengisi kemerdekaan.

Inspektur Dua (Ipda) Foni Salim memaknai sebagai puncak perjuangan para pahlawan yang berhasil membebaskan rakyat dari belenggu penjajah. Tanpa perjuangan, Indonesia tidak akan bisa seperti ini dapat bebas berkarya serta mengenyam pendidikan berkualitas.

“kemerdekaan merupakan karunia Tuhan yang sangat besar bagi kita bangsa Indonesia, yang memberikan kesempatan pada bangsa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa didunia,” ujar Ipda Foni Salim dalam wawancara ekslusif kepada Kopiinstitute.com, Selasa (15/8/2017).

Selain memaknai kemerdekaan, Foni menuturkan peranan polisi dalam mengisi kemerdekaan khususnya polisi wanita. 

"Peran Polwan mengisi kemerdekaan ya cukup dengan bekerja baik dan sesuai koridor aturan yang ada di Kepolisian. Dan juga sebagai seorang ibu dengan mendidik anak-anak dengan baik,” tutur Polwan kelahiran Tanimbar Kei November 1977.

Selama bertugas satu pengalaman yang paling berkesan Foni yaitu ketika dirinya usai pendidikan Perwira langsung diberi mandate mengawaki mobil Patroli Hello Kitty. Yupsss pengalaman yang diceritakan ini juga sempat dilihat penulis tahun lalu ketika berada dimedia berbeda, saat itu tanpa sengaja bertemu Regu Patroli Hello Kitty di Jalan Soekarno-Hatta, Lampung.

“Paling berkesan itu pas ngawaki Patroli Hello Kitty. Dulu bertugas di Ditlantas jadi ya gimana gitu polisi kok pink tapi kita kan perempuan jadi yasudah, pokoknya berkesan deh,” ucap dia.

Kemudian, sosok Ipda Foni juga ternyata sangat spesial dan berkesan dimata juniornya sewaktu di Direktorat Sabhara Polda Lampung. Kesan tersebut diungkap Bripda Rubbylla Chyntia Irawan. Menurut Rubby, sapaan akrab Polwan Cantik Dit Sabhara itu, sosok Foni ialah seorang komandan yang tegas, berwibawa dan juga ramah.

“Bu Foni bagaikan ibu di Kantor karna kan pernah menjabat Kanit Nego di Dit Sabhara dan punya 18 anggota letting 44 dan letting 45. Nah disitu kami dididik dan dibimbing Bu Foni penuh kasih sayang seperti seorang ibu. Kami diajarkan saling tolong menolong, ramah dan santun kepada masyarakat. Paling utama pembelajaran mengenai bekerja dengan penuh tanggungjawab,” kata Bripda Rubbylla Chyntia Irawan.

Senada, Bripda Bellinza Vara Ayusta juga memiliki kesan tersendiri. Menurutnya sosok Ipda Foni sangat menginspirasi, terlebih dapat bekerja professional sebagai polisi dan ibu rumah tangga bagi anak-anaknya.

“Bu Foni mengajarkan banyak hal, dia juga perhatian sekali dengan kami juniornya. Dia juga sosok yang menginspirasi kami. Apalagi sifatnya yang tegas dalam memimpin, juga berwibawa. Pokoknya sosok perempuan masa kini yang menginsirasi sebagai Polisi Wanita,” kenang Bripda Bellinza sewaktu dibimbing Ipda Foni.

Kesan-kesan tersebut ternyata sama dimata junior Foni lainnya, dalam wawancara Kopiinstitute.com dilingkungan Polda Lampung juga mengisahkan kesan baik terhadap sosok Istri Kapolsek Punggur Lampung Tengah itu. “Bu Foni itu sosok yang baik dan tegas,” kata Bripda Eva, Polwan yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.(Wendri Wahyudi).



Riwayat Tugas :
Bintara
- Ba Dit Pers Polda Lampung
- Ba Ro Ops Polda Lampung
- Ba Dit Lantas Polda Lampung
Perwira
- Kanit 1 Subdit Dikyasa Dit Lantas Polda Lampung
- Kanit 1 Sinego Subdit Dalmas Dit Sabhara Polda Lampung
- Panit 1 Hartib Unit Hartib 1 Subbid Provos Bidang Propam Polda Lampung (sekarang).





Fight Crimes Wherever You Are. Sosok Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.IK.,MH.

09.13


Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.IK.,M.H

LAMPUNGTIMUR, KI – Pemimpin memiliki gaya kepemimpinan sendiri yang tentu berbeda dengan khas masing-masing. Begitu juga dengan kepemimpinan Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.IK.,MH. Kali ini, Kopiinstitute.com akan melihat sosok Kapolres secara ringan apa adanya.

Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno bersama Kapolres
Sebelum menjabat Kapolres Lampung Timur, Yudy menjabat Kasubdit Indagsi Direskrimsus Polda Lampung dilanjutkan sebagai Kapolres Way Kanan. Salah satu kasus yang berhasil diungkap kala itu cukup menghebohkan yakni kasus distributor mainan anak non-SNI. Kasus ini kami telusuri mulai dari proses di Kepolisian hingga persidangan dengan vonis cukup tinggi kepada pelaku di PN Tanjung Karang.

Jajaran Polres Lampung Timur
Demikian juga ketika menjabat Kapolres Way Kanan. Tanggapan positif masyarakat serta sejumlah jurnalis yang diminta melihat sosok Yudy pun mengatakan informasi positif terkait kinerja Polres serta upaya-upaya pendekatan ke Masyarakat.

Sejak bertugas di Lampung Timur menggantikan AKBP Harseno, AKBP Yudy Chandra memperlihatkan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Wilayah Hukum Lampung Timur.

Alhasil Jajaran Polres sampai tingkat Polsek seolah berlomba mengungkap kasus serta menjaga keamana di Kabupaten yang dahulu cenderung rawan tindak kriminalitas.

Pandangan ini tentu dapat bernilai subyektif dan obyektif karena Kopiinstitute belum menyertakan data-data ungkap kasus beserta perbandingannya. Namun tentu dalam tulisan ini tidak disertakan dengan alasan topik yang diangkat berkaitan dengan sosok Kapolres. Sementara untuk keberhasilan ungkap kasus terlalu prematur jika dinilai saat ini karena baru menjabat.


Polisi di Lingkungan Polres Lampung Timur pun menilai sosok Kapolres sangat tegas, berdedikasi serta memiliki disiplin yang tinggi. Dalam sejumlah wawancara tak banyak yang ingin disebutkan namanya namun ditarik kesimpulan mengatakan sosok Yudy merupakan sosok teladan.

“Bapak (Kapolres) itu bagus bang, dia disiplin dan tegas,” kata anggota Satlantas Polres Lampung Timur ini yang sebelumnya menjadi ajudan Kapolres AKBP Harseno.

Kapolres bersama Wakapolres Lampung Timur.
Polres juga dalam Latihan Pra Operasi Bina Kusuma Krakatau 2017 memperlihatkan komitmen dalam tugas mengayomi masyarakat yakni dengan melaksanakan Pembinaan dan Penyuluhan Terhadap Kenakalan Remaja, Premanisme dan Daerah Rawan Konflik.


Kapolres menjelaskan dalam suatu acara.
“Ya Kapolres sekarang denger-denger dari warga yang lain bagus sih. Sama lah kayak masa Pak HArseno (Kapolres sebelumnya yang kini bertugas di Mabes Polri). Curas, Narkoba sudah gak kayak dulu-dulu. Kami juga kalau pulang kampong dari Banda Lampung ke lampung Timur juga gak takut-takut lagi,” ujar Yuda Sapura, seorang Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Bandar Lampung asal Lampung Timur, Minggu (30/7) sore.

Dari sisi masyarakat pun demikian memandang kepemimpinannya. Sisi lain diluar tugas kepolisian ternyata sosok Kapolres memiliki hobi olahraga dan musik yakni Musik Band . Disamping itu juga sosok yang peduli anak buah, terlihat pada saat salah satu anak Kapolses di Lampung Timur mengalami kecelakaan tak menunda waktu meski menurut anak buahnya Yudy baru tiba di Lampung Timur namun langsung menjenguk anak Kapolsek tersebut.


Keluarga Kapolres

Untuk sisi keluarga, Kopiintitue.com tidak menggali informasi terkait situasi serta kondisi keluarga Kapolres. Juga tidak melakukan penelusuran melalui wawancara tapi menurut informasi rekan-rekannya yang kenal, juga dilihat dari sejumlah dokumen foto yang berhasil dihimpun terlihat suasana hangat dan harmonis tercipta dalam keluarga Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.IK.,MH.(Wendri Wahyudi)

Srikandi Batik Harapkan Kemandirian Ekonomi

14.49
Srikandi Kelompok Batik Tulis Lampung

BANDARLAMPUNG, KI - Kelompok Srikandi Batik Tulis Lampung berharap dapat mandiri secara ekonomi melalui seni batik tulis Lampung. Diantaranya Srikandi mengikuti event temu karya insan kreatif di Lampung untuk mempromosikan serta mengembangkan kerajinan tangan mereka.

Event tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung yang diadakan di Pusat Perbelanjaan Mall Boemi Kedaton (MBK)

Ketua kelompok Srikandi Batik Tulis Lampung, Muslihah mengungkapkan, adanya kegiatan temu insan kreatif lampung ini, dan keikutsertaan kelompoknya merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya Lampung. Tak hnya itu, tapi juga sebagai upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kearifan lokal.

"Karena kegiatan ini sangat menarik bagi kami, selain mempromosikan Batik Tulis Lampung juga ikut serta dalam pengembangan ekonomi kreatif yang tujuannya untuk mewujudkan kemandirian dalam ekonomi," kata Muslihah, kamis (18/5) malam.

Sekretaris Kelompok Srikandi Batik Tulis Lampung, Andri Apriyanto mengatakan, kegiatan temu karya insan kreatif lampung merupakan bagian dari pengembangan kemampuan dan keahlian masyarakat melalui ekonomi kreatif sebagai wujud nyata meningkatkan ekonomi keluarga.

"kegiatan yang seperti ini, yang seharusnya disupport dan terus dikembangkan oleh pemerintah daerah maupun pusat dalam menjaga keutuhan budaya lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat," sambung dia.

Kelompok srikandi batik tulis lampung menyediakan berbagai macam produk seperti kemeja batik, kaos, tas, sandal, kain batik dengan jenis bahan sutra, primisima dan prima.(Md)

KUBE Srikandi Lestarikan Batik Tulis Lampung

04.33
Masyarakat Melestarikan Kerajinan Batik Tulis Lampung
BANDARLAMPUNG, KI - Dalam upaya memajukan ekonomi kreatif di Lampung, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Srikandi memilih fokus pada usaha melestarikan Batik Tulis Lampung. 

Pengembangan keterampilan individu masyarakat itu kini menjadi daya tarik bagi pengusaha lokal untuk menjalin kemitraan kerja untuk memperluas pasar dalam upaya mengenalkan batik dengan motif dan ciri khas Lampung.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Srikandi Batik Tulis Lampung berada di Jl. Merpati 2 No. 23 Rt. 04 Lk. I Kel. Pinang Jaya Kec. Kemiling - Bandar Lampung.

"Berawal dari desakan ekonomi keluarga dan keinginan untuk mandiri maka munculnya inisiatif membuat kelompok usaha bersama ini, dari dasar itulah kami membentuk usaha bersama yang diberi nama Kelompok Batik Tulis Lampung Srikandi," kata Muslihah, rabu (10/5)

Sekretaris KUBE itu menambahkan, upayanya mengenalkan batik keseluruh masyarakat di Tanah Air tentu dengan menjelaskan bahwa batik tulis Lampung memiliki motif tersendiri. Hal itu menyesuaikan kebutuhan fashion namun tetap membawa trend tradisional Lampung. 

"Kelompok usaha ini merupakan upaya kami agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Disamping itu juga dapat membangun ekonomi mandiri, kreatif serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar," imbuh ya

Menurut Muslihah, batik tulis sudah menjadi warisan dari nenek moyang (leluhur) terdahulu. "kemarin saja Indonesia sudah kecolongan, jadi batik tulis yang menjadi ciri khas Indonesia sudah di klaim sama Negara Malaysia. Nah maka dari itu, batik Lampung harus dilestarikan dan dikembangkan," kata dia

Selanjutnya, Andri mengatakan, masyarakat Pinang Jaya memiliki banyak potensi seperti kerajinan batik tulis. Potensi tersebut harus dikembangkan oleh masyarakat dalam mewujudkan ekonomi kreatif.

"Sebenarnya dengan dibentuknya kelompok usaha ini dapat mempermudah akses pasar. Juga bisa mengembangkan produk batik itu sendiri dengan inovasi produknya, serta upaya membantu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat," tutur Andri.

Dijelaskan Andri, KUBE dapat mengikuti event bazaar yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung di Mall Boemi Kedaton (MBK). Gelaran tersebut dilaksanakan pada 18 Mei 2017 mendatang yang akan dibuka dengan kegiatan work shop batik tulis lampung.(Md)

Peringati Hari Bumi, Kaumy Lampung Beri Bibit Tanam Tumbuh

07.26
Ketua Pengda Kaumy Lampung, Adi Leo Saputra (kanan), menyerahkan langsung bantuan berupa 4000 bibit tanam tumbuh, yang secara simbolis diterima oleh Kepala Desa Caringin Asri, Kaman, Sabtu (22/4). Selanjutnya bibit tersebut akan dibagikan kepada para petani yang ada didesa tersebut. (Foto ist)
BANDARLAMPUNG, KI — Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Pengda KAUMY) Provinsi Lampung, memberikan sebanyak empat ribu bibit tanam tumbuh yang terdiri dari beberapa jenis tanaman, diantaranya kakao, Cengkeh, Lada, Pala dan Sengon, kepada sejumlah Kelompok Tani yang berada di Desa Caringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Sabtu (22/4).

Bibit tanaman tersebut, secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Pengda Kaumy Lampung, Adi Leo Saputra, kepada Kepala Desa Caringin Asri, Kaman.

“Sekitar 4000 bibit tanam tumbuh, kami berikan secara gratis, untuk membantu para petani yang ada di desa ini. Dengan harapan agar para petani bisa terbantu dari segi pengeluaran pembelian bibit tanaman, yang biasanya membutuhkan biaya cukup besar” ujar Ketua Pengda Kaumy Lampung, Adi Leo Saputra, saat ditemui usai acara penyerahan bibit didesa tersebut, Sabtu (22/4).

Pemberian bibit tanam tumbuh yang dilakukan oleh Kaumy Lampung ini, bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, dalam rangka memperingati hari bumi dan hari Penanaman Pohon yang biasa diperingati setiap tanggal 22 April.

Sementara itu, Kepala Desa Caringin Asri, Kaman, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pengda Kaumy Lampung yang telah memberikan bibit tanaman tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kaumy Lampung, atau pemberian bibit tanam tumbuh ini, bantuan ini sangat bermanfaat buat kami dan sangat membantu” kata dia.

Selanjutnya kegiatan yang sama juga akan dilakukan di Desa Galih Lunik, kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan,  yang rencananya dilaksanakan pada Tanggal 29 April 2017.

Kemudian Ketua Pengda Kaumy Lampung, Adi Leo Saputra juga mengatakan, tujuan dibentuknya Pengda Kaumy Lampung ialah untuk membangun jiwa solidaritas, Meningkatkan rasa perduli antar scsama, memelihara dan membina kerjasama dengan Pemerintah, Petani dan stakeholder di Provinsi Lampung.

Manfaatnya ialah sebagai sarana meningkatkan tali silaturahmi dan solidaritas para Alumni UMY di Provinsi Lampung.

Memahami dan mengerti indahnya berbagi kebahagiaan dengan sesama anak bangsa. Untuk petani sendiri, kegiatan yang bertema Kaumy Lampung berbagi ini, diharapkan bisa membantu meringankan beban petani dalam pembibitan, serta menjaga keberlangsungan proses sumber daya alam yang semakin menipis akibat era gobalisasi alam.

KAUMY Lampung mengharapkan kepada pemerintah, masyarakat tani, maupun seluruh stakeholder yang ada di Provinsi ini, agar suatu kegiatan pengelolaan alam dapat dilakukan secara optimal dan terorganisir sebagai sarana alokasi bantuan materil bagi masyarakat terutama para petani, yang mana pada akhirnya diharapkan menuju perbaikan taraf hidup, serta peningkatan kesejahteraan jangka panjang yang mandiri dan terarah, juga bisa memberikan dampak yang berkesinambungan bagi keberlangsungan sumber daya alam.

Memperingati Hari Bumi dan Hari Penanaman Pohon Tahun ini, Pengurus Daerah KAUMY Lampung mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kelompok Desa Kami dan seluruh Keluarga Besar Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang berada di seluruh Provinsi Lampung serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan ini.

Inkonsistensi Pejuang Demokrasi (Proyek Pencitraan Melalui Ronda)

23.21

Ilustrasi Poskamling

KOPIINSTITUTE.COM - Aktifitas ronda belakangan kini kembali menjadi familiar ditelinga kita. Namun sayang sangat nampak ada pergeseran dalam pelaksanaannya, terutama momen pelaksanaannya. Jika diawal pelaksanaannya karena menurunnya kualitas keamanan dan kenyamanan, kini momen ronda karena ada momen politik semacam pilkada.

Partisipasi masyarakat yang idealnya terkelola dilevel masyarakat terendah dan pemerintahan paling bawah kini naik tingkat. Bahkan pelaksanaan ronda dilakukan oleh elite politik yang berambisi menjadi calon kepala daerah.

Jimpitan sebagai salah satu "energi" dalam pelaksanaan siskamling dipedesaan digusur dengan menghadirkan alokasi milyaran dari APBD.

Tak hanya itu saja, sang calon pun sampai turun untuk sidak ke kampung-kampung yang katanya memastikan secara langsung aktifitas ronda berjalan atau tidak.

Disisi lain, ekpose yang ditampilkan bukan pada angka menurunnya angka kejahatan dan tingginya partisipasi warga dalam pembangunan sebagai bentuk dari siskamling yang telah dan sedang dilakukan tapi lebih kepada sosok yang setiap malam ronda bersama masyarakat, yang sebelumnya tidak pernah dilakukan bahkan untuk bercengkarama dengan masyarakat pun jarang.

Dari pergeseran pelaksanaan dan pemahaman ronda serta kepala daerah ronda maka dapat kita lihat menjauhnya nilai-nilai pemberdayaan masyarakat, dalam pelaksanaan siskamling atau ronda yang saat ini digagas dan mulai dikembangkan oleh beberapa pihak yang ditandai dengan kentalnya aroma proyek pencitraan.

Proyek pencitraan ronda sangat disayangkan. Tentu perbuatan pencitraan elit politik tersebut dikategorikan sebagai sikap inkonsistensi dari "sang pejuang demokrasi".

Untuk diketahui, kata ronda berasal dari bahasa Portugis yang artinya patroli dan ronda bukan khas Indonesia saja. Di Peru, misalnya ronda campesinos pada 1990 memainkan peranan penting dalam melindungi upaya kelompok gerilyawan Sendero Luminoso dan warga Peru untuk memaksa warga sipil untuk terlibat dalam perang.

Sementara, sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang kita kenal saat ini baru muncul pada 1981 didahului oleh persoalan dalam negeri, mulai dari gejolak politik hingga tingginya angka kriminalitas.

Pada pelaksanaannya menempatkan warga sipil menjadi penanggubgjawab atau pelaksana harian Siskamling di Lapangan biasanya dijabat oleh seorang hansip, sejak itu atas laki-laki Swadaya Masyarakat dibentuklah Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).(WENDRI WAHYUDI-FORUMDESA)

Ternyata di Lampung ada keturunan Pakualam 1 Jogja.

04.18
Sutarno
BANDARLAMPUNG, KI - Lampung pantas disebut indonesia mini karena keberagaman suku. Selain itu tak disangka ada keturunan Pakualam 1 Haryonotokusumo Penguasa Kadipaten Pakualam, Jogjakarta. Keturunan Pakualam itu bernama Sutarno warga Desa Merak Batin, Kec Natar, Lampung Selatan.

Menurut silsilah, ibu kandung Sutarno, Roro Soetijah adalah anak dari Ario Soeryomiseno garis keturunannya merupakan Pakualaman 1 Haryonotokusumo.

Bahkan saat ini keturunan dari keluarga besar Pakualam yakni Pakualam ke X Raden Mas Wijoseno Ario Bimo menjadi Wakil Gubernur Jogjakarta mendampingi Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur Jogjakarta.

Sosok Sutarno, yang kini bekerja serabutan dengan profesi buruh bangunan, tak disangka trah dari Pakualam 1. 

Ia menjalani hidup sederhana tinggal disebuah rumah kontrakan di Merak Batin Natar. Sementara saudaranya Sri Sultan Hamengkubuwono X hidup bergelimang harta, bahkan masuk menjadi 150 orang terkaya di Indonesia versi tax Amnesti dengan nilai kekayaan sekian triliun rupiah. 

PAKUALAM 1 BANYAK MELAHIRKAN DARAH PEJUANG

Menurut penuturan Sutarno, trah Pakualam 1 keturunannya banyak melahirkan darah pejuang seperti RA. Kartini dan KH. Dewantara merupakan keturunan trah Pakualam ke 1.

Sutarno mengisahkan cerita,  Alm. Roro Soetijah ketika masih hidup pada tahun 2000 pernah lari dari istana Pakualaman karena trauma.

Dihadapannya kakak kandung ibunya saat itu kepalanya ditembak oleh penjajah, sehingga ibunya trauma dan meninggalkan istana Pakualam.

" Ibu saya trauma karena saudara nya di tembak kepalanya di hadapan dirinya, sehingga ia kabur meninggalkan istana Pakualam," ujar Sutarno, sabtu (1/4)

Saat ini, tutur dia, yang menjadi bukti menerangkan Roro Soetijah adalah keturunan Paku Alam 1 adalah selembar surat dan stempel dari Regent Patih Pakoe Alam pada tanggal 28 November 1932 yang menerangkan silsilah Roro Soetijah dan menerangkan berhak atas gelar Roro.

Cerita menarik dan lucu saat Sutarno tahun 2015 lalu dirinya berziarah ke makam raja raja di Imogiri, Jogjajarta.

Dirinya sempat diacuhkan oleh para abdi dalem yang menunggu di pemakaman tersebut. Karena saat itu dia hanya bersandal jepit dan membawa tas di punggung. Karena biasanya yang berziarah kesana para bangsawan dan berpenampilan keren.

" Awalnya saya seperti di cueki ketika mengutarakan niat hendak berziarah ke makam keturunannya. Namun saat saya tunjukan selembar surat silsilah ibu saya kemudian mereka cocok kan dengan silsilah kerajaan dan ternyata memang cocok, seketika itu para abdi yang menjaga pemakaman bersungut sungut dan meminta maaf kepadanya. Bahkan saya di panggil Kanjeng, ujar Sutarno. Tuturnya

SOERAT ASAL-OESOEL DARI

Raden (Roro)Soetijah dilahirken di desa Djogojoedan wates adikarta,pada hari seloso kliwon tanggal 19 bakdomoeloed bhe 1860 atau tanggal 24 september 1929.

1. Nama,gelar dan jabatan atau pekerjaan bapaknja ; Raden mas Djojoredjo.
2. Nama dan gelar iboenja ; Mas Adjeng Djojoredjo.
3. Nama,gelar dan djabatan atau pekerdjaan kakenja (toeroenan dari bapa) : mas djajeng hardjo,mantri politie di pengasih jogjakarta, soedah meninggal dunia.
4. Nama dan gelar neneknja (toeroenan dari bapa) : raden ajoe Djajeng hardjo,soedah meninggal dunia.
5. Nama, gelar dan djabatan atau pakerdjaan kakeknja (toeroenan dari iboe) : imanredjo.
6. Nama dan gelar neneknja (toeroenan dari iboe) : mbok imanredjo. 
7. Bersanak koela warga (lahiran) dan bersanak kawinan tentang Radja-radja jang waktoe ini misih ada koewasanja. 

Boepati jang misih pegang djabatan atau pembesar bangsawan. Raden Ajoe Djajeng hardjo poetranja Raden Ajoe wirjoredjo, Raden ajoe wirjoredjo poetranja Kangdjeng pangeran ario soerjo miseno, kangdjeng pangeran ario soerjomiseno poetranja Sri paduka kangdjeng gusti pangeran adipati pake-Alam kasatoe. Mendjadi Raden (Roro) Soetijah masih tersangkoet familie grand V (wareng) dari Sri padoeka pembesar trah kadipaten pakoe-Alaman I jogjakarta dan joega poenya hak pakei titel Raden (Roro). 

JOGJAKARTA, 28 November 1932.
Soedah menotjoggi dan betoel Raden (Roro) Soetijah ada hak pakei titel Raden (Roro).(Wendri Wahyudi)
 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes