NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

UIN Ingin Menjadi Lembaga Yang Lebih Dipercaya Masyarakat

16.11
Focus Group Discussion UIN Raden Intan Lampung.
BANDARLAMPUNG, KI - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berkomitmen menjadikan setiap mahasiswa dapat dibentuk menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, spiritual serta menjadi pribadi yang unggul.

Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Moh Mukri, mengatakan lembaga pendidikan yang dipimpinnya mampu bersaing menjadi lembaga yang menjawab tantangan zaman, beserta tuntutan pihak-pihak tertentu sehingga lebih meningkatkan kembali kepercayaan kepada UIN.

"Kami mencoba merekam, mendengarkan, masukan, usulan dari stakeholders, masyarakat sarjana seperti apa yang diinginkan," katanya saat menghadiri FGD "Menjaring Aspirasi Stakeholders dalam Rangka Mewujudkan Eco-Campus Rujukan Internasional” di Hotel Novotel, Selasa (8/8).

Menurutnya, apabila UIN tidak menerima usulan dari stakeholders serta masyarakat, dikhawatirkan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Kita mungkin merancang sendiri bisa, tetapi tidak komprehensif, oleh karena itu, bukan dari sisi akademik yang kita perlukan, namun juga ada masukan-masukan dari pelaku kehidupan, karena perubahan-perubahan hari sangat cepat dan dinamis," imbuhnya.


Oleh karena itu, pihaknya sangat terbuka jika ada masyarakat yang ingin memberikan masukan dan menyampaikan harapan yang dapat membangun kampus.(Virgo)

L-SAKA - UBL Gelar FGD masalah Pertambangan

07.35
L-SAKA - UBL saat FGD urai benang kasut Pertambangan
BANDARLAMPUNG, KI - Lembaga Studi Advokasi Kebijakan (L-SAKA) Lampung dan Pusat Studi Konstitusi Perundangan (PSKP) Universitas Bandar Lampung (UBL), menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Bandar Lampung.

FGD tersebut merupakan kebutuhan mendesak mengingat permasalahan pertambangan di Lampung, pasca perpindahan kewenangan perizinan yang sebelumnya dimiliki Pemerintah Kota kemudian izin tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi sehingga masih menyisakan persoalan.

Direktur L-SAKA Mursyid mengungkapkan berdasarkan data dari Pemprov di sektor pertambangan, pertumbuhan kredit menjadi 4,75 persen. 

Secara nominal, penyaluran kredit pada triwulan pertama mencapai lebih kurang Rp148 miliar, dan ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Dari data tersebut menunjukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pertambangan mengalami penurunan. 

"Disini, mengindikasikan bahwa ada masalah disektor pertambangan, oleh karena itu, melalui FGD ini diharapkan solusi konkret sehingga dapat direalisasikan pemerintah, tambang-tambang ilegal juga supaya update peraturan perizinan pertambangan. Paling utama ialah pendataan ulang tambang-tambang tak berizin lalu tertibkan," ujar Mursyid di Aula Gedung F UBL, kamis (6/4)

Mursyid memaparkan maraknya aktifitas pertambangan ilegal di Bandar Lampung. Aktifitas ekonomi tak berizin itu dikerjakan perorangan dan kelompok. 

"seperti diwilayah Sukabumi, Suka Menanti, Bukit Camang, sepanjang jl Ir Sutami dan titik tambang-tambang lainnya banyak yang belum punya izin. Artinya kan ilegal. Disinilah kita memerlukan peran dan pengawasan pemerintah daerah,” tegasnya.

Kemudian ia pun menyoroti berbagai aspek ekonomi, politik, dan sosial budaya, bahwa pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), sudah seharusnya dikelola oleh pemerintah daerah dan melibatkan masyarakat lokal. 

“Jangan sampai PAD terus menurun tapi penambangan semakin meningkat,” ungkap Mursyid.

Pada kesempatan itu, Kabid Mineral dan Batubara, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung, Asrul Tristianto, mengatakan, carut marut mengenai pertambangan seyogyanya sudah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Menurut Asrul, titik awal hal ini adalah, dari UU No 11 tahun 1967, yang diganti menjadi UU No 4 tahub 2009, dimana semua kegiatan pertambangan dirubah menjadi Ijin Usaha Pertambangan (IUP). 

Dan pada pada UU 11 tahun 1967 itu, tidak ada hukuman pidana, hanya denda sebesar Rp500 ribu, hal ini yang menjadi asal mula carut marut pertambangan.

“Setelahnya baru terbit UU No 4, pasal 158  yang mengenakan sanksi pidana denda sebesar Rp10 miliar dan hukuman penjara selama 5 tahun. Nah, dari situlah segala kegiatan pertambangan mulai diawasi, karena dampak besar dari kegiatan tersebut,” ujar Asrul.

Dengan terbitnya atau disatukan menjadi IUP, sambung Asrul, maka ada namanya CnC (Clean and Clear) guna penataan di IUP tersebut.

“Dalam perjalanannya, kami sudah surat menyurat terkait CnC tersebut ke kabupaten/kota. Pasalnya, saat ini kewenangan mutlak pertambangan ada pada provinsi dan pusat, melalui UU No 23 tahun 2014. Timbul lagi masalah, kabupaten/kota lepas tangan menangani IUP tersebut. Lalu, pada pasal 404, tentang penyerahan dokumen, kami tegaskan kepada wilayah masing-masing agar melakukan penataan izin baru bisa keluar CnC,” urai Asrul.

Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Pengendalian dan Penegakan Hukum  BPPLH Kota Bandar Lampung  Cik Ali Ayub, berharap, pemerintah provinsi membuat Perda atau Pergub agar ada batasan dan larangan terkait pertambangan liar.

“Kami hanya meminta bantuan provinsi, karena saya pribadi aga takut jika melakukan pengawasan tidak ada pendampingan. Kami harap ini bisa secepatnya,” singkatnya.

Ditempat yang sama, Akademisi Kebijakan Publik UBL, M Malik, mengatakan, pertambangan ini seperti timbul tenggelam, seperti halnya jelang Pilkada, maka dengan mudah pimpinan memberika izin. 

“Jadi harapan besar, bahwa birokrasi perlu ada kejelasan tugas sehingga tidak tumpang tindih,” harap Malik.

Selain daripada itu, koordinasi antar semua pihak jangan diperlemah. “Yang jadi masalah kan kurangnya koordinasi, hingga lempar kesalahan yang menyebabkan hal ini menjadi benang kusut. Karena, pertambangam adalah masalah yang sangat manis, baik dari sisi ekonomi, politik, dan sosial budaya. Jadi komunikasi itu lebih baik daripada tidak sama sekali,” tandas Malik.

Untuk diketahui, pada FGD kali ini, turut hadir, Dekan Fakultas Hukum UBL, Ketua PSKP UBL, Direktur Walhi, Pembantu Dekan III Universitas Lampung, Perwakilan ITERA, Dosen Fisip Unila, beserta para pemerhati lingkungan hidup, dan Mahasiswa.

Jimly Asshiddqie Lantik Pengurus ICMI Lampung

07.22


Ilustrasi
BANDARLAMPUNG, KI - Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Sutono, MM berharap dengan bangkitnya ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Lampung, mampu menjadikan Lampung semakin bangkit. Hal ini disampaikan dalam acara pelantikan Majelis Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Se-Indonesia Organisasi Wilayah Lampung periode 2017-2022 di GSG Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung,  Kamis (16/03).

Diinformasikan Kepala Biro Humas dan Protokol Bayana,  dalam acara ini Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. melakukan pelantikan ICMI Se-Indonesia Organisasi Wilayah Lampung periode 2017-2022 sebanyak 60 Pengurus ICMI. Diantaranya Ketua Umum ICMI Se-indonesia Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Lampung Dr. Ir. H. M. Yusuf. S. Barusman, MBA dan  Sekretaris Umum Prof. Dr. Khomsahrial Romli, M.Si.
Dalam kesempatan ini,  Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Sutono, MM menjelaskan bahwa dalam melaksanakan pembangunan Provinsi Lampung, tentunya  harus mendapat partisipasi dan sinergitas dari seluruh elemen masyarakat salah satunya Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Lampung. 

Lebih lanjut,  Sutono menekankan bahwa dalam membangun daerah terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, merupakan amanah dari Allah SWT yang perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. ICMI Orwil Lampung, merupakan salah satu  potensi lembaga  strategis  untuk benar-benar berperan maksimal serta bersinergi dengan lembaga-lembaga guna membantu dalam percepatan Pembangunan Provinsi Lampung menuju Lampung Maju dan Sejahtera.

Untuk itu,  perlunya peran aktif keluarga besar ICMI Provinsi Lampung dalam berpartisipasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam mensukseskan berbagai agenda pembangunan Provinsi Lampung.

"Saya berharap agar amanah kepengurusan ini mampu dijalankan dengan sebaiknya serta berbagai program kerja organisasi ICMI yang telah ditetapkan dapat direalisasikan untuk kesejahteraan rakyat, kemajuan agama dan organisasi serta sebagai dukungan terhadap program Pembangunan Provinsi Lampung," Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H menambahkan bahwa dengan bangkitnya ICMI Orwil Lampung,  diharapkan mampu  membantu kebangkitan Lampung. Untuk itu, diperlukan Iman dan Taqwa (IMTAQ) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam menunjangnya. 

"Saya yakin dengan adanya IMTAQ dan IPTEK, kita mampu membuat Lampung bangkit, mengingat masih banyaknya sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang belum termanfaatkan," ujarnya.

Lebih lanjut,  Jimly menambahkan untuk menjaga kebangkitan ini, sangat diperlukan persatuan dan kesatuan. Untuk itu,  perlu sinergi dari semua pihak. "Kita perlu menerima Bhineka Tunggal Ika,  untuk mampu bersinergi. Bangkitnya ICMI diharapkan mampu bersinergi dalam mendukung suatu pembangunan,"tambahnya. 

Ketua Umum ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Lampung Dr. Ir. H. M. Yusuf. S. Barusman, MBA menyampaikan terimakasih atas dukungan besar dari Pemerintah Provinsi Lampung dalam membantu membangkitnya kepengurusan ICMI Organisasi Wilayah Lampung.

"Saya yakin ICMI Lampung mampu bangkit dan berbuat banyak, serta membantu pemerintahan Provinsi lampung dalam setiap program untuk membentuk Provinsi Lampung Maju dan Sejahtera," ujarnya.

Ditambahkan Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Publik Heriyansyah, acara ini dihadiri Dewan Pakar ICMI Pusat Dr.(HC). H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs. Sudjarno, S.H, Walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN MM, Kepala SKPD Provinsi Lampung, Sekretaris Jenderal ICMI Pusat Dr. Ir.  Mohamad Jafar Hafsah, Pengurus ICMI organisasi Wilayah lampung, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin, Rektor Itera Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M. Sc, Ph. D, Rektor Teknotkrat Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E, Mantan Rektor Unila Sugeng P. Harianto,  para tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Rls)

Sekda Lamsel Terima Audiensi FGD Mahasiswa ITERA

04.32

Lampung Selatan : Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Ir. Fredy SM, MM menerima Audiensi sekaligus Focus Grup Discusion (FGD) Mahasiswa Intitut Teknologi Sumatera (ITERA) Program Studi (Prodi) Perencanaan Kota dan Wilayah, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (9/03). 

Pada kesempatan itu, Fredy berharap mahasiswa ITERA yang melakukan penelitian di Lampung Selatan dapat memberikan sumbang saran bagi kemajuan pembangunan di kabupaten berjuluk Gerbang Krakatau. 

“Mudah-mudahan adik-adik mahasiswa bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, dengan harapan hasil dari penelitiannya akan menjadi masukan yang baik untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Fredy. 

Selain itu, Fredy sangat mengapresiai dan bangga kepada mahasiswa ITERA yang melakukan penelitian di Lampung Selatan. Dirinya berharap, kegiatan itu tetap bisa berlanjut, sehingga semakin terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan ITERA. “Semoga kedepannya hasil dari kegiatan ini bisa digunakan untuk kemajuan Lampung Selatan,” tuturnya. 

Usai memberikan kata sambutan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Ir. Fredy SM, MM bertukar cinderamata berupa plakat dengan Ketua Rombongan Mahasiswa ITERA Ir. Nia Kurniasih Pontoh. (fitri)


Peningkatan Mutu Skala Prioritas Unila

03.54



BANDARLAMPUNG -Penerimaaan mahasiswa baru tahun ajaran 2017 Universitas Lampung (Unila) dipastikan  akan lebih selektif dibanding tahun sebelumnya, prestasi berupa Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menjadi stimulan bagi jajaran civitas akademika untuk lebih  meningkatkan mutu pendidikan. 

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu itu, menurut Wakil Rekor Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung, Bujang Rahman  salah satunya yakni melakukan melakukan evaluasi daya tampung  guna menyesuaikan sumber daya yang tersedia dan pada tahun ajaran baru 2017 evaluasi itu mulai di berlakukan.

Dijelaskan Bujang, meski hasil evaluasi tahun ajaran 2017 mengalami penurunan hingga mencapai 5000 yang jumlah awalnya 5205 akan tetapi meski terdapat penurunan, Unila kembali mendapat penambahan program studi baru.

“ Dengan diraihnya Akreditasi Institusi A, Unila telah memposisikan diri sebagai perguruan tinggi negeri papan atas di Indonesia. Dan Unila harus menjadi garda terdepan dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,”tegas Bujang saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Dia menambahkan, berdasarkan ketentuan panitia pusat jalur dan alokasi penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terdiri atas SNMPTN minimal 30%, SBMPTN minimal 30%, dan Mandiri maksimal 30%.

“Jadi berdasarkan ketentuan tersebut Unila menetapkan jalur dan alokasi penerimaan mahasiswa baru Tahun 2017 meliputi SNMPTN 30%, SBMPTN 45%, dan Mandiri 25%.  Selain itu 20% dari total penerimaan mahasiswa baru yang dibebaskan dari biaya kuliah termasuk di antaranya 5% diambil melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Melalui Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP)   ”urainya.

Bujang berpendapat, dengan diraihnya Akreditasi Institusi A pada  tahun ajaran 2017 diprediksi pendaftar calon mahasiswa baru akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“ Insya Allah di tahun ini jumlah yang mendaftar akan mengalami peningkatan, raihan Akreditasi A yang di raih oleh Unila saya rasa menjadi faktor yang berpengaruh dan magnet bagi calon mahasiswa. Dan tentunya karediatasi Institusi A itu,  merupakan hasil kerja keras  dan peran serta semua civitas akademika,”ujar Bujang.(rls)

24 SD di Lamtim Ditunjuk Sebagai Tempat Pendidikan Inklusif

01.50

Lampung Timur : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lampung Timur bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memberikan pembinaan atau sosialisasi kepada guru sekolah tingkat dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah ditunjuk sebagai penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Lampung Timur di Aula SMKN 1 Sukadana, Kamis (24/11/2016).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Dikpora Lampung Timur Merah Juansah MM, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Lamtim Tabrani Hasyim Sos.MM, Utusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Sri Yuniati dan Kepala Sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif se-Kabupaten Lampung Timur.

Kepala Dinas Dikpora Lampung Timur Merah Juansah di dampingi Kabid Dikdas Tabrani Hasyim mengatakan, Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 70 tahun 2009 disebutkan bahwa pendidikan Inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan serta bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama sama dengan peserta didik pada umumnya.

"Pendidikan Inklusif adalah pendidikan yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus untuk ikut belajar mengikuti pendidikan formal. contohnya, anak yang mengalami tuna rungu dulunya di sekolahkan di SLB, namun saat ini pihak sekolah harus menerima anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan formal,"jelasnya.

Ia melanjutkan, Hasil monitoring yang dilakukan oleh pihak Dinas Dikpora Lampung Timur, sebanyak 24 sekolah tingkat dasar (SD) yang telah dinyatakan sebagai sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus. Namun dari jumlah tersebut sudah ada 5 sekolah SD yang telah memiliki Surat Keterangan sebagai sekolah pendidikan Inklusif.

Sementara ini, lanjut Tabrani, Untuk tingkat SMP Sudah terdapat satu sekolah yang dinyatakan layak memeberikan pendidikan formal kepada anak yang memiliki kebutuhan khusus, karena saat ini pihak Dinas Dikpora sedang melakukan monitoring secara keseluruhan.

Sekolah yang sudah di tetapkan sebagai penyelenggara Inklusif sudah ada enam yaitu SDN 1 Braja Sakti, SDN1 Braja Luhur, SDN 1 Batang Harjo, SDN 5 Sukadana, dan SDN 1Berja Selebah serta SMPN 1 Beraja Selebah yang sudah berjalan dari tahun 2012.

Dikatakan, Selanjutnya pemerintah akan melakukan pembinaan terhadap guru pendamping bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus agar dapat memberikan pendidikan secara formal.

"Tentunya pemerintah terus berupaya untuk memberikan pendidikan kepada anak yang memiliki kebutuhan khusus supaya tidak di bedakan dengan anak-anak lainnya. Maka dari itu pemerintah melakukan pembinaan terhadap guru-guru pendamping dan melakukan sosialisasi ke masyrakat agar dapat menyekolahkan anak-anaknya yang memiliki kebutuhan khusus ke sekolah yang di tunjuk sebagai penyelenggara pendidikan Inklusif,"tandasnya.(r)

Guru PAUD di Lamtim Tunggu Pencairan Insentif

01.45
Lampung Timur : Dana bantuan sebesar Rp.100 ribu per bulan untuk 1100 Guru dari 4000 Guru PAUD yang ada di Lamtim belum kunjung dicairkan. Padahal,  Pemerintah kabupaten Lampung Timur sudah mengalokasikan anggaran untuk insentif guru guru PAUD. 

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 nanti, dana bantuan insentif untuk Guru PAUD dari kabupaten tersebut tidak bisa terakomodir karena keterbatasan anggaran.

Kabid Himpaudi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lampung Timur Giyatno mengatakan, pencairan dana bantuan untuk guru honor PAUD memang belum dicairkan karena pencairan dana tersebut hanya dilakukan sekali dalam setahun.

"Dana tersebut memang belum dicairkan dari bulan januari, karena pemerintah Lamtim mungkin menilai ada yang lebih penting untuk diprioritaskan bila di bandingkan dana untuk guru honor PAUD,"jelas Giyatno diruang kerjanya, Selasa (22/11/2016).

Dijelaskannya, Sementara informasi yang didapat saat hering antara Dikpora Lamtim dan komisi IV, dana bantuan insentif untuk Guru PAUD pada anggaran APBD 2017 telah ditiadakan karena keterbatasan dana.

"Dari tahun sebelumnya memang ada dana insentif guru honor PAUD, tapi untuk 2017 mendatang dana tersebut akan dihapus,"ucapnya.(r)

Darmajaya-STIE Prasetiya Mandiri Adu Argumen

09.29

BANDARLAMPUNG : Tim debat dari Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya beradu argument saat berhadapan dengan tim debat dari STIE Prasetiya Mandiri pada Debate Competition Manajement Fair 2016 di Gedung Pascasarjana IBI Darmajaya, kemarin (07/04).

Tim Darmajaya pro atas mosi debat yang menyatakan Iklan e-commerce pada film pendek di youtube kurang efektif dibanding televisi. Sementara tim STIE Prasetiya Mandiri kontra akan hal tersebut.

“Masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak yang menonton televisi dibanding youtube karena menjangkau semua kalangan usia, dan tidak tergantung dengan koneksi internet. Lagi pula, masyarakat cenderung merasa terganggu ketika muncul iklan pada saat menonton film di youtobe. Mereka akan lebih memilih untuk menskip iklan tersebut. Berbeda saat masyarakat menonton televisi yang akan membiarkannya bahkan menyaksikannya,” ujar Indri Yuliana dari tim IBI Darmajaya,.

Pendapat tersebut dibantah oleh Syaiful Ramadhan dari STIE Prasetiya Mandiri yang menuturkan, pesatnya kemajuan teknologi membuat masyarakat terbiasa menyaksikan film pendek melalui youtube dan hal tersebut dapat menjadi peluang sebagai iklan e-commerce yang lebih efektif dan hemat biaya. Diungkapnya, berbeda dengan televisi yang bergantung dengan sambungan listrik, youtobe dapat diakses dimana saja, kapan saja melalui smartphone.

Mengusung tema Create Creative Entrepreneurs With Creative Business, kompetisi yang berlangsung selama tiga hari (6-8 April 2016) ini diikuti 8 tim dari berbagai perguruan tinggi se Indonesia. Selain IBI Darmajaya dan STIE Prasetiya Mandiri, kompetisi debat nasional ini juga diikuti Universitas Telkom Bandung, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Darma Wacana Metro, dan Universitas Muhammadiyah Lampung.

Ketua Pelaksana  Debate Competition Manajement Fair 2016, Ronavita Tanzania mengungkapkan, ini kali ke empat kompetisi tersebut digelar dengan tujuan menjadi media bagi mahasiswa untuk berkompetisi meraih prestasi, sharing ilmu pengetahuan tentang manajemen bisnis dan mempererat tali silahturahmi antara mahasiswa se Indonesia.

Rona melanjutkan, masing-masing tim dinilai kemampuan debatnya oleh dewan juri diantaranya, Abduh Rahmat Amri, SE dan Edwinata NR Ahmad, SPd dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lampung, Zul Heqi Herlan, SKom pengusaha saung jamur Lampung, serta Herlina, SE., MM dan Andri Winata, SE., M.Sc dosen IBI Darmajaya

Menanggapi acara tersebut, Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., MM mengucapkan selamat berkompetisi kepada para peserta. Ia berharap peserta dapat menjaga sportivitas, memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi peningkatan prestasi akademik.

“Mudah-mudahan kompetisi debat tingkat nasional ini menjadi pembelajaran bagi para peserta untuk termotivasi dalam meningkatkan kompetensinya, berfikir kreatif, dan mampu meraih prestasi,” harapnya.(Rilis)



 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes