NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota. Tampilkan semua postingan

“World Food Day, Panti Asuhan Menikmati Sandwich Ala Novotel Lampung

03.38
GM Novotel Lampung Lalu Aswadi Jaya memberikan bantuan sembako kepada Panti Asuhan Raden Ajeng Ratu Balqis. Aksi sosial ini dalam rangka memperingati "World Food Day" dan dukungan Program Planet 21 Accor Hotels.

BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Hotel Novotel Lampung memperingati World Food Day yang merupakan gerakan kepedulian mengenai kasus kelaparan di berbagai penjuru dunia. Gerakan yang diperingati setiap 16 Oktober ini sebagai bentuk perhatian penduduk dunia agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya permasalahan serta penanganan masalah pangan.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kualitas pangan nasional, regional maupun global. Novotel Lampung salah satu hotel dibawah naungan Accor Hotels memiliki program Planet 21 yakni 21 komitmen dalam mendukung pengembangan keberlanjutan kesehatan, alam, karbon, inovasi local, lapangan kerja dan dialog yang terangkum pada 21 komitmen kesejahteraan planet, progam Accor Hotels ini didukung penuh Novotel Lampung.

Oleh karena itu, peringatan serta dukungan tersebut diselenggarakan dalam aksi bakti sosial di Panti Asuhan Raden Ajeng Ratu Balqis yang berada di Jalan Dr Harun II No 76 Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung.

General Manajer Novotel Lampung Lalu Aswadi Jaya memimpin langsung aksi kepedulian terhadap anak panti asuhan dengan memberikan pertunjukan memasak (live cooking) yang dilakukan oleh Chef Boy Novotel.

“dengan melihat serta mempraktekan langsung maka anak-anak panti dapat langsung menikmati sajian Sandwich Ala Novotel Lampung,” kata dia, Senin (16/10/2017).

Acara yang dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu Ala Novotel itu, selanjutnya ditutup dengan memberikan bahan sembako kepada Panti Asuhan Raden Ajeng Ratu Balqis.


Akademisi Pertanyakan Studi Kelayakan Pembangunan Flyover Jl ZA Pagar Alam.

22.12
Pengamat Hukum Dr (cand) Yusdianto Alam

BANDARLAMPUNG, KI - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membangun Flyover disepanjang Teuku Umar - Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung dipertanyakan terkait Studi Kelayakan Pembangunan tersebut.

Pasalnya, Pemerintah Bandar Lampung tetap bersih kukuh melaksanakannya meski status jalan yang dipakai merupakan jalan nasional.

Akademisi Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menjelaskan, sebelum pembangunan dilaksanakan harus membuat studi kelayakan untuk mengetahui layak atau tidaknya pembangunan tersebut. Karena dalam pembangunan yang menggunakan anggaran daerah tidak bisa hanya melihat dari satu aspek, apalagi hanya memenuhi nafsu pemerintah Bandar Lampung.

"kita mempertanyakan Studi Kelayakan terhadap Pembangunan Flyover karena jika Studi Kelayakan dibuat dengan benar maka apakah layak dilokasi tersebut dibangun Flyover. Kemudian, kasus penutupan jalan oleh Pemerintah Bandar Lampung diwaktu lalu juga mesti jadi pembelajaran. Jangan sampai pembangunan sudah berjalan lantas dibatalkan oleh Pemerintah Pusat," ujar Dr (cand) Yusdianto Alam, kamis (18/5).

Yusdianto pun menilai Pemkot tidak menggunakan semangat efektivitas dan efisien dalam membangun. Hal itu dilihat dari tidak realistisnya rencana pembangunan sementara kondisi APBD Bandar Lampung sangat kritis.

Selain itu, dilihat dari Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) juga demiklan karena status jalan sedangkan hal ini belum dikomunikasikan Pihak Pemkot ke Kementerian Perhubungan.

"karena tempat yang dibangun itu milik Pemerintah Pusat maka harus ada izin dari Pemerintah Pusat," tegasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Bandar Lampung akan membangun Flyover disepanjang Teuku Umur - ZA Pagar Alam (510m: 12m) dengan biaya sebesar Rp 50 miliar.(Wendri)

Kopswadek VIII FKPPI Lampung Gelar RAT.

07.11

Kopswadek VIII FKPPI Lampung gelar rapat anggota tahunan (RAT) di Makorem 043/Gatam, Kamis (11/5).

BANDARLAMPUNG, KI  - Koperasi Swa Dharma Eka Kerta (KOPSWADEK) VIII FKPPI Lampung melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Sudirman Makorem Gatam 043/Garuda Hitam Jl. Teuku Umar No. 85 Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Ketua Kopswadek VIII FKPPI Lampung, Drs. H. Andhy Herry Adipathy, MM, mengatakan, Kopswadek VIII FKPPI Lampung berdiri pada tanggal 5 Juni 1993, yang diresmikan oleh Kolonel Inf. Hariono Danoe (Danrem 043/Garuda Hitam pada saat itu). Swa Dharma Eka Kerta sendiri mempunyai arti mandiri dalam tekad berbhakti kepada bangsa dan negara untuk mewujudkan satu kehidupan bangsa dan negara yang adil dan sejahtera.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini membahas dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas Kopswadek VIII FKPPI Provinsi Lampung Tahun buku 2016/2017.

"Tujuanya adalah membahas dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus, membahas dan mengesahkan program kerja pengurus dan juga pengawas, dan membahas berbagai hal yang dianggap penting bagi kegiatan Koperasi Swadek VIII FKPPI" jelasnya saat diwawancarai awak media, Kamis (11/5).

Rapat Anggota Tahunan ini juga dimaksudkan, untuk memberikan gambaran tentang kegiatan yang telah dilaksanakan, masalah yang timbul dan pemecahan masalahnya.

"Kopswadek FKPPI pernah mengalami kejayaanya pada awal dibentuknya, sekitar tahun 1993-2004, dengan pemupukan modal yang sangat besar dan usaha yang berjalan dengan lancar, namun mengalami penurunan bahkan hampir mengalami kebangkrutan karena setelah membuka unit usaha simpan pinjam" tuturnya.

Kita berharap, Ketua PD VIII FKPPI Lampung, H. Tony Eka Candra, selaku Ketua Dewan Pengawas, dapat mensuport kegiatan ini, serta mendapat dukungan dari Pemerintah setempat melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung.

Kami berkeyakinan dengan sinergitas antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi serta Kota Bandar Lampung, PD-VIII FKPPI Lampung dan Kopswadek VIII FKPPI Lampung itu sendiri, program usaha yang akan dijalankan oleh pengurus akan dapat terwujud secara maksimal.

"Kami juga meminta kepada Ketua PD-VIII FKPPI Lampung yang memiliki sekitar 240 ribu anggota FKPPI di Provinsi Lampung, agar dapat menjadi anggota aktif Kopswadek FKPPI. Karena Kopswadek FKPPI merupakan satu-satunya "badan usaha" dilingkungan Keluarga Besar FKPPI sekaligus sebagai Mitra Organisasi FKPPI itu sendiri", jelasnya.

Kopswadek FKPPI mempunyai harapan yang sangat besar, dengan pembinaan yang intensif dari Dinas Koperasi dan UKM, akan mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat Lampung.

"Mohon doa kepada Dewan Pembina, Pemerintah Daerah, dan Dewan Pengawas, agar cita-cita Kopswadek FKPPI secara nasional bisa terwujud, dan ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa, dan mungkin akan menjadi koperasi dengan jumlah anggota terbesar di Provinsi Lampung, karena ia memiliki jumlah anggota terbanyak", pungkasnya. 

Sementara Ketua PD VIII FKPPI Provinsi Lampung selaku Ketua Dewan Pengawas Kopswadek VIII FKPPI Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra mensuport kegiatan Kopswadek VIII FKPPI Lampung dengan memberikan kebijakan penghapusan/diputihkan simpan pinjam yang menjadi kendala Kopswadek FKPPI selama ini.

"Masalah tunggakan pinjaman itu kita hapuskan/diputihkan, sehingga koperasi tidak terbebani lagi oleh beban hutang anggota, dan kita bertekad aka memulai dari awal kembali, sehingga manfaatnya tidak hanya di internal, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat, dan kepada seluruh pengurus dan anggota FKPPI se-Provinsi Lampung akan dibuatkan instruksi untuk wajib hukumnya menjadi anggota Kopswadek VIII FKPPI Provinsi Lampung" Pungkasnya.

Kemudian, Kopswadek kedepan juga akan bekerjasama dengan pihak ketiga, yakni bidang pengadaan dan distribusi.

"Kedepan kita juga akan bekerjasama dibidang angkutan, baik material bangunan dan semen, juga distribusi logistik sembako dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya" pungkasnya.

Sementara, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung Yuliarti, SE, MM, mengapresiasi kegiatan Rapat Anggota Tahunan Kopswadek VIII FKPPI Lampung, dan dia berharap, Kopswadek mampu memberikan kontribusi positif bagi tata perekonomian di Provinsi Lampung khususnya di Kota Bandar Lampung ditengah banyaknya Badan usaha koperasi yang mengalami kebangkrutan.

"Roda perekonomian di Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung tidak lepas dari peran badan usaha koperasi, badan inilah yang mewarnai tata perekonomian di Provinsi dan Kota Bandar Lampung. Karna badan koperasi telah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama golongan kecil dan menengah" ujarnya dihadapan peserta RAT Kopsawadek VIII FKPPI Provinsi Lampung.

Ia juga mengatakan, Pihaknya akan melihat perkembangan Kopswadek FKPPI kedepan, dan siap membantu menyelesaikan persoalan yang menjadi hambatan khusus dibidang koperasi dan UKM.

"Kami lihat pengurus dan anggota Kopswadek FKPPI memiliki komitmen yang luar biasa dalam memperbaiki koperasi ini, Insya Allah Kita suport kegiatan ini kedepan, dan Dinas Koperasi dan UKM siap membantu menyelesaikan persoalan yang menjadi hambatan." pungkasnya.

Diketahui, selama kurun waktu 24 tahun, Kopswadek FKPPI sudah dipimpin 4 kali Ketua Koperasi yakni, H. Subriyanto Imron, Drs. M. Amin Basyuni (Alm), Suprianto Erwandi, SE dan saat ini Drs. H. R. Andhy Herry Adipathy, MM.

Adapun Dewan Pembina Kopswadek VIII FKPPI Lampung saat ini: Komandan Korem 043/Gatam; Kapolda Lampung; Komandan Pangkalan TNI-AL Lampung; Komandan Pangkalan TNI-AU M. Benyamin; Komandan Brigif 3 Marinir Piabung Lampung; Kamandan Satuan Brimob Daerah Lampung, dan Dewan Pengawas: Ketua PD VIII FKPPI Lampung. Komposisi struktur kepengurusan Kopswadek saat ini diketuai: Drs. H. R. Andhy Herry Adipathy, MM, Sekretaris: Tedy Hermanto, SH, Bendahara: Hj. Adrina Yustitia, SE. MM.(rilis)

Kapolresta Bandar Lampung Siap Tindak Parkir Liar depan Pemkot Bandar Lampung

20.45

Parkir kendaraan didepan Pemkot Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG, KI - Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan siap menindak parkir liar depan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.

"Siap Ditindaklanjuti," ujar Kapolresta Bandar Lampung.

Parkir liar dibahu Jalan Dr Susilo tepatnya didepan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung setiap hari terjadi. Pemandangan tersebut sudah dianggap biasa oleh pemilik kendaraan yang parkir ditempat itu.

Padahal bahu jalan tidak diperbolehkan untuk parkir. Apalagi dijalan tersebut terpasang rambu-rabu yang menyatakan dilarang parkir dan dilarang berhenti (stok).

Remon (27) warga kedaton Bandar Lampung yang melintas dijalan mengatakan, seharusnya aparat kepolisian tidak melakukan pembiaran terhadap kendaraan-kendaraan yang parkir liar.

Apalagi rambu-rabu dilarang parkir dan dilarang berhenti terpasang jelas. Oleh sebab itu, ia selaku warga meminta polisi khususnya Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung menindak tegas, seperti yang dilakukan anggota Satlantas Polresta yang mengembosi ban kendaraan yang parkir liar di Jl ZA Pagar Alam kemarin.

"itu kan jelas rambu dilarang parkir dan dilarang berhenti kenapa polisi tidak menindak pemilik kendaraan tersebut. Kemarin mobil yang parkir liar di Jl Za Pagar Alam dikempesin ban nya," ujar Remon saat diwawancarai di Lampu Merah setempat, selasa (25/4)

Sementara, Lena (32) wiraswasta yang memperkirakan kendaraannya di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dikdukcapil) Perkotaan Bandar Lampung mengaku sudah biasa parkir ditempat itu karena lebih mudah untuk mengeluarkan mobil ketika sudah selesai urusan di Dikdukcapil ataupun Pemkot Bandar Lampung.

"biar aja parkir disini toh banyak yang parkir juga kan gak apa-apa. Kalau emang gak boleh parkir disini pasti sudah ditegur," kata dia santai

Saat disinggung mengenai rambu lalu lintas yang melarang parkir dan berhenti, ia dengan remeh mengatakan. " polisi aja gak melarang kalau dilarang pasti sudah ditindak tegas kita-kita ini," cetusnya.(**)

Polisi Diminta Tindak Tegas Parkir Liar depan Pemkot Bandar Lampung.

20.13
Kendaraan Parkir didepan Kantor Disdukcapil Bandar Lampung
BANDARLAMPUNG, KI - Parkir liar dibahu Jalan Dr Susilo tepatnya didepan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung setiap hari terjadi. Pemandangan tersebut sudah dianggap biasa oleh pemilik kendaraan yang parkir ditempat itu.

Padahal bahu jalan tidak diperbolehkan untuk parkir. Apalagi dijalan tersebut terpasang rambu-rabu yang menyatakan dilarang parkir dan dilarang berhenti (stok).

Remon (27) warga kedaton Bandar Lampung yang melintas dijalan mengatakan, seharusnya aparat kepolisian tidak melakukan pembiaran terhadap kendaraan-kendaraan yang parkir liar.

Mobil Parkir depan Pemkot Bandar Lampung tepat depan rambu dilarang berhenti
Apalagi rambu-rabu dilarang parkir dan dilarang berhenti terpasang jelas. Oleh sebab itu, ia selaku warga meminta polisi khususnya Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung menindak tegas, seperti yang dilakukan anggota Satlantas Polresta yang mengembosi ban kendaraan yang parkir liar di Jl ZA Pagar Alam kemarin.

"itu kan jelas rambu dilarang parkir dan dilarang berhenti kenapa polisi tidak menindak pemilik kendaraan tersebut. Kemarin mobil yang parkir liar di Jl Za Pagar Alam dikempesin ban nya," ujar Remon saat diwawancarai di Lampu Merah setempat, selasa (25/4)



Sementara, Lena (32) wiraswasta yang memperkirakan kendaraannya di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dikdukcapil) Perkotaan Bandar Lampung mengaku sudah biasa parkir ditempat itu karena lebih mudah untuk mengeluarkan mobil ketika sudah selesai urusan di Dikdukcapil ataupun Pemkot Bandar Lampung.

"biar aja parkir disini toh banyak yang parkir juga kan gak apa-apa. Kalau emang gak boleh parkir disini pasti sudah ditegur," kata dia santai

Saat disinggung mengenai rambu lalu lintas yang melarang parkir dan berhenti, ia dengan remeh mengatakan. " polisi aja gak melarang kalau dilarang pasti sudah ditindak tegas kita-kita ini," cetusnya.(**)

Anshori Tuntut Pemkot Bandar Lampung Ambil Kebijakan Strategis Urai Kemacetan

19.21
Arus Lalu Lintas Jl Raden Intan, Bandar Lampung
BANDARLAMPUNG, KI - Kemacetan arus lalu lintas yang terjadi, senin 24 April 2017 ditanggapi Akademisi Gindha Anshori Wayka. Menurutnya kondisi tersebut yang terjadi di pintu masuk jalan Raden Intan disebabkan beberapa faktor.

"selain karena faktor ada 2 mall yakni simpur center dan ramayana disana, terjadi penyempitan ruas jalan posisinya di depan ramayana karena ada bangunan ruko yang tak sesuai dengan bentuk awal jalan pintu masuk," ujar Anshori, selasa (25/4)

Oleh karenanya, sambung dia, untuk menghindari kemacetan dititik kemacetan maka ruko yang posisinya menjorok ke depan alias yang mempersempit ruas jalan harus dibongkar sehingga ruas jalan menjadi sama lebarnya

Kondisi macet ini juga ditanggapi Polda Lampung melalui Kabid Humas Kombespol Sulistyaningsih.
Menurut Sulis, arus lalu-lintas di Bandar Lampung mungkin kadang pada hari libur padat merayap.

"macet total tidak ada, kecuali ada laka atau giat tertentu. Tapi informasi ini tetap ditindaklanjuti untuk peningkatan kinerja," ujar Sulis.

Sebelumnya, sejumlah warga masyarakat Bandar Lampung mengeluhkan kondisi kota macet total. Kemacetan tersebut terjadi disejunlah ruas jalan di kota Tapis Berseri ini.

Bahkan kondisi macet tersebut membuat warga menganggap pembangunan sejumlah Flyover yang diklaim Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk mengatasi kemacetan dianggap modus belaka.

Terlebih rencana pembangunan Flyover yang sedang masuk perencanaan Pemkot Bandar Lampung di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung.

Ivan (37) pengendara mobil yang juga warga kecamatan Panjang ini mengaku kesal dengan kondisi jalan kota yang macet. Pasalnya dirinya setiap hari melewati jalan di Tanjung Karang pusat dan setiap hari juga dia harus dihadapkan dengan kondisi macet perkotaan.

"Nayyah Cawa Flyover atasi macet, tiap hari kena macet," keluh Ivan warga Panjang, minggu (24/4).

Ivan berharap pemerintah kota segera mengambil kebijakan strategis yang ampuh untuk mengatasi kemacetan tersebut karena menurutnya kondisi tersebut sangat merugikan pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Senada dengan irvan, Rudi Hartono (53) warga dari luar Bandar Lampung tepatnya Metro Kibang ini juga mengeluhkan kondisi macet. Ia sudah hampir satu jam terjebak macet.

"kita pasrah aja kalau sudah macet. Pemerintah Kota tidur kali ya," ucapnya singkat saat diwawancarai di Jalan Radin Intan Bandar Lampung.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung Ibrahim saat dikonfirmasi dalam keadaan tidak aktif.(*)

Kapolresta: Ambulans di Adipura supaya mudah koordinasi dengan polisi

01.13

Kemacetan di Bandar Lampung
BANDARLAMPUNG, KI - Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono menyatakan, keberadaan dua mobil Ambulans di Bunderan Tugu Adipura bukan pameran. Akan tetapi itu difungsikan supaya dapat memudahkan masyarakat yang akan menggunakan mobil tersebut mudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

"jadi mobil ambulan itu supaya pengguna mudah koordinasinya dengan petugas kepolisian disitu. Bukan pameran dan memang saat ini gak apa-apa diparkirkan disitu," kata Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono.

Senada diterangkan Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistyaningsih menerangkan, keberadaan mobil Ambulans di Bunderan Tugu Adipura merupakan bagian dari Program SPIS.

"Himbauan kepada masyarakat bahwa keberadaan Ambulans yang tergelar merupakan bagian dari Program SPIS untuk selalu siap melayani masyarakat secara mudah dan cepat bersama-sama dengan Strong Point patroli Polisi," terang kombespol Sulistyaningsih melalui pesan WhatApss kepada kopiinstitue.com, minggu (24/4)

Menurut Sulis, arus lalu-lintas di Bandar Lampung mungkin kadang pada hari libur padat merayap, namun untuk kondisi macet total ditepis Kabid Humas Polda.

"macet total tidak ada, kecuali ada laka atau giat tertentu. Tapi informasi ini tetap ditindaklanjuti untuk peningkatan kinerja," imbuh ya

Sebelumnya, sejumlah warga masyarakat Bandar Lampung mengeluhkan kondisi kota macet total. Kemacetan tersebut terjadi disejunlah ruas jalan di kota Tapis Berseri ini.

Bahkan kondisi macet tersebut membuat warga menganggap pembangunan sejumlah Flyover yang diklaim Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk mengatasi kemacetan dianggap modus belaka.

Terlebih rencana pembangunan Flyover yang sedang masuk perencanaan Pemkot Bandar Lampung di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung.

Ivan (37) pengendara mobil yang juga warga kecamatan Panjang ini mengaku kesal dengan kondisi jalan kota yang macet. Pasalnya dirinya setiap hari melewati jalan di Tanjung Karang pusat dan setiap hari juga dia harus dihadapkan dengan kondisi macet perkotaan.

"Nayyah Cawa Flyover atasi macet, tiap hari kena macet," keluh Ivan warga Panjang, minggu (24/4).

Ivan berharap pemerintah kota segera mengambil kebijakan strategis yang ampuh untuk mengatasi kemacetan tersebut karena menurutnya kondisi tersebut sangat merugikan pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Senada dengan irvan, Rudi Hartono (53) warga dari luar Bandar Lampung tepatnya Metro Kibang ini juga mengeluhkan kondisi macet. Ia sudah hampir satu jam terjebak macet.

"kita pasrah aja kalau sudah macet. Pemerintah Kota tidur kali ya," ucapnya singkat saat diwawancarai di Jalan Radin Intan Bandar Lampung.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung Ibrahim saat dikonfirmasi dalam keadaan tidak aktif.

Disisi lain, pameran mobil ambulans juga setiap hari di Bunderan adipura Bandar Lampung. Dua unit ambulans setiap hari terparkir ditempat itu. Untuk mobil ambulans, Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin belum dapat dikonfirmasi.(Wendri)

Polda: Ambulans yang tergelar bagian dari Program SPIS

00.58



BANDARLAMPUNG, KI - Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistyaningsih menerangkan, keberadaan mobil Ambulans di Bunderan Tugu Adipura merupakan bagian dari Program SPIS.

"Himbauan kepada masyarakat bahwa keberadaan Ambulans yang tergelar merupakan bagian dari Program SPIS untuk selalu siap melayani masyarakat secara mudah dan cepat bersama-sama dengan Strong Point patroli Polisi," terang kombespol Sulistyaningsih melalui pesan WhatApss kepada kopiinstitue.com, minggu (24/4)

Menurut Sulis, arus lalu-lintas di Bandar Lampung mungkin kadang pada hari libur padat merayap, namun untuk kondisi macet total ditepis Kabid Humas Polda.

"macet total tidak ada, kecuali ada laka atau giat tertentu. Tapi informasi ini tetap ditindaklanjuti untuk peningkatan kinerja," imbuh ya

Sebelumnya, sejumlah warga masyarakat Bandar Lampung mengeluhkan kondisi kota macet total. Kemacetan tersebut terjadi disejunlah ruas jalan di kota Tapis Berseri ini.

Bahkan kondisi macet tersebut membuat warga menganggap pembangunan sejumlah Flyover yang diklaim Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk mengatasi kemacetan dianggap modus belaka.

Terlebih rencana pembangunan Flyover yang sedang masuk perencanaan Pemkot Bandar Lampung di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung.

Ivan (37) pengendara mobil yang juga warga kecamatan Panjang ini mengaku kesal dengan kondisi jalan kota yang macet. Pasalnya dirinya setiap hari melewati jalan di Tanjung Karang pusat dan setiap hari juga dia harus dihadapkan dengan kondisi macet perkotaan.

"Nayyah Cawa Flyover atasi macet, tiap hari kena macet," keluh Ivan warga Panjang, minggu (24/4).

Ivan berharap pemerintah kota segera mengambil kebijakan strategis yang ampuh untuk mengatasi kemacetan tersebut karena menurutnya kondisi tersebut sangat merugikan pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Senada dengan irvan, Rudi Hartono (53) warga dari luar Bandar Lampung tepatnya Metro Kibang ini juga mengeluhkan kondisi macet. Ia sudah hampir satu jam terjebak macet.

"kita pasrah aja kalau sudah macet. Pemerintah Kota tidur kali ya," ucapnya singkat saat diwawancarai di Jalan Radin Intan Bandar Lampung.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung Ibrahim saat dikonfirmasi dalam keadaan tidak aktif.

Disisi lain, pameran mobil ambulans juga setiap hari di Bunderan adipura Bandar Lampung. Dua unit ambulans setiap hari terparkir ditempat itu. Untuk mobil ambulans, Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin belum dapat dikonfirmasi.(Wendri)
 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes