NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Polda Lampung Siap Menyelidiki Dugaan Jual Beli Jabatan BKD Lampung Tengah.

23.18
Ilustrasi
LAMPUNGTENGAH, KI - Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Sulistyaningsih menyatakan kesiapannya memproses laporan dugaan jual beli jabatan di BKD Kabupaten Lampung Tengah.

"kita siap memproses laporan tersebut," ujar Kombespol Sulistyaningsih, rabu (26/4)

Menyikapi kasus ini, Pengamat Hukum Universitas Lampung Yusdianto juga mendesak Tim Saber Pungli Mabes Polri dan Tim Saber Pungli Polda Lampung bergerak cepat menyelidiki dugaan Pungutan Liar dan Jual Beli Jabatan di BKD Lampung Tengah.

"Laporan itu harus segera ditindaklanjuti Mabes Polri. Juga Tim Saber Pungli Polda Lampung supaya negara ini terbebas dari segala bentuk pungutan liar dan jual beli jabatan. Karena itu perbuatan kotor dan tidak terpuji serta melanggar hukum," ujar Yusdianto kepada kopiinstitue.com.

Yusdianto berpendapat, terkait informasi yang diduga melibatkan keluarga bupati Lampung Tengah itu juga diminta segera keluarkan perintah penyelidikan.

"diusut saja dugaan sesuai isi laporan yang ditengarai melibatkan keluarga Bupati Lampung Tengah itu, supaya semuanya jelas," tegasnya

Dugaan Pungutan Liar (Pungli) Jual Beli Jabatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Tengah dilaporkan atas nama staff dan kepegawaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah.

Dalam surat yang ditandatangani H.Ahmad Jauhari, SE.M.Si tertanggal Gunung Sugih 3 Januari 2017, sejumlah pejabat yang notabene berpengaruh serta memiliki posisi strategis dilaporkan atas dugaan tersebut.

Surat tersebut juga menjelaskan secara rinci terkait harga suatu jabatan. Diantaranya eselon IIA 2 miliar, eselon IIB 150juta s.d 250juta, eselon IIIA 50 s.d 75juta, eselon IIIB 25juta s.d 30juta.

Tak sampai disitu saja, laporan tersebut juga merinci harga untuk mutasi pegawai yakni 2juta dan pada saat pengangkatan CPNSD dari honorer K2 sebesar Rp 1juta.

Adapun nama-nama keluarga Bupati Lampung Tengah yang dilaporkan ke Tim Saber Pungli Mabes Polri (irwasum) yakni YZR (adik ipar bupati), HL memiliki jabatan Kabid Mutasi BKD Lampung Tengah juga (adik kandung bupati/ Tim Baperjakat), atu B (anggota DPRD/Tim Baperjakat), R merupakan Pejabat Eselon IV BPKAD Lampung Tengah, J pejabat eselon III Pemkab Lampung Tengah (Tim Baperjakat).

Surat tersebut ditembuskan ke Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo, KPK RI Agus Raharjo dan DPR RI Setya Novanto.

Untuk diketahui, Tim Saber Pungli di Provinsi Lampung adalah Polda Lampung yang diketua Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda). Terkini, belum dapat dikonfirmasi apakah surat tersebut dilimpahkan ke lokus yakni Polda Lampung.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lampung Tengah tidak dapat dikonfirmasi.(**)

Diduga Nyabu, Sekdis Kominfo Bandar Lampung DIPENJARA DUA MALAM. Kapolresta Sebut Tidak Terlibat.

23.07

Add caption



BANDARLAMPUNG, KI - Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Kota Bandar Lampung Andre ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandar Lampung.

Penangkapan Andre terjadi pada 18 April 2017 kemarin yang diduga turut serta dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Andre ditangkap dirumah rekannya Johan dan sempat di Penjara selama dua malam dalam tahanan Polresta Bandar Lampung.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono membenarkan penangkapan Andre oleh Satresnarkoba. 

"iya benar Andre Sekretaris Diskominfo Kota Bandar Lampung ditangkap," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono, rabu (26/4)

Setelah ditahan selama dua malam, Andre pun dibebaskan pihak Polresta Bandar Lampung karena pihak Satresnarkoba menyatakan Andre tidak terlibat dan tidak terbukti.

"jadi si Andre itu ditangkap pada saat kita melakukan penggeledahan barang bukti dirumahnya Johan. Kebetulan si Andre ada disitu maka kita amankan, kita periksa. Jadi dia tidak terlibat," sambung Murbani

Saat disinggung soal penahanan Andre selama dua malam, Kapolresta mengatakan hal itu sudah menjadi ketentuan pihaknya. "ya ndak masalah itu ketentuan kita," ucapnya 

Peristiwa ini menambahkan satu lagi daftar Pejabat dan PNS Kota Bandar Lampung terlibat narkoba. Sebelumnya dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Bandar Lampung ditangkap satuan reserse narkoba Polresta Bandar Lampung karena diduga melakukan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu juga dibebaskan.

Dalam kasus ini, penangkapan tersebut terjadi pada selasa (18/4) sekitar pukul 14.00 wib disebuah rumah dibilangan jl Palapa Durian Payung Bandar Lampung, tepatnya setelah kampus STKIP Bandar Lampung arah pemakaman umum setempat.

Pantauan di Lapangan bersama sejumlah warga yang melihat penangkapan tersebut, reserse narkoba berjumlah enam orang menangkap dua PNS terdiri satu laki-laki dan satu perempuan. Kemudian satu lagi yang turut diamankan tukang sumur bor yang sedang bekerja disana.

Irman (40) warga yang melihat kejadian tersebut mengatakan, rumah tersebut sering dijadikan tempat kumpul-kumpul sejumlah orang yang memakai seragam PNS.

"rumah itu sih sering tempat kumpul-kumpul orang yang pakai pakaian PNS, nah kita gak tahu didalam ngapain mereka," ujar dia

Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Kapolresta, oknum PNS tersebut hanya diamankan petugas karena tidak terbukti terlibat dan tidak terbukti penyalahgunaan narkoba.

Meski begitu, pihak kepolisian tidak menyebut hasil tes urine ketiga orang yang diamankan terkait dugaan tindak pidana narkoba.

"yang PNS hanya diamankan karena tidak terlibat dan terbukti," ujar Kombespol Murbani Budi Pitono kepada kopiinstitute.com, kamis (20/4).

Sebelumnya Pejabat PEMKOT BANDAR LAMPUNG yang dipengaruhi penikmat sabu-sabu, setelah sebelumnya Gumsoni (mantan kadisnaker Bandar Lampung) yang kerap pesta sabu diruang kerjanya.

Kemudian, ada 9 PNS Bandar Lampung yang positif narkoba berdasarkan tes urine BNN Provinsi Lampung yang sampai hari ini ditutup oleh pemerintah kota. Terkait hal itu, ditengarai pejabat tinggi diduga positif.
 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes