NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Satukan keinginan, kader PPP sampaikan harapan usung Ridho ke DPP.

06.18
Calon Gubernur Lampung (Petahana) M.Ridho Ficardo dalam Rapat Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Lampung. 
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Harapan dan keinginan untuk mengusung M.Ridho Ficardo sebagai calon gubernur Lampung semakin nyata disuarakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Keinginan mengusung Ridho petahana pada Pemilihan Gubernur Lampung 2018 untuk bersama melanjutkan pembangunan Lampung.

Selanjutnya harapan kader disetiap tingkatannya disampaikan ke DPP karena kewenangan memutuskan Dukungan Cagub adalah DPP.  Juga agar dapat menjadi pertimbangan terkait rekomendasi Calon Gubernur. “ Kader arus bawah kita menginginkan agar PPP bisa mengusung petahana,” Kata Ketua DPW PPP Lampung, Hasanusi, Rabu (6/9).

Dalam penjaringan kepala daerah yang dilaksanakan PPP Lampung sudah mengerucut kepada dua nama yaitu M.Ridho Ficardo (Petahana) dan Mustafa. Sementara dua nama lainnya Arinal Djunaidi dan M.Alzier Dianis Thabranie cenderung hanya sampai pada tahap pendaftaran dan seleksi saja.

“ Dua nama yang telah dikerucutkan itu untuk Pak M.Ridho dan Mustafa,” ucapnya.

Meski demikian keempat nama yang mengikuti penjaringan di PPP Lampung tetap masuk dalam daftar usulan Bakal Calon Gubernur yang diusung Partai berlambang Ka’bah. “ Keputusan tetap pada DPP. Tapi kami akan menyampaikan harapan kader arus bawah PPP untuk mengusung petahana,” ungkapnya.

Dilain sisi, Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tanggamus juga mengerucut pada petahanan Samsul Hadi, sedangkan istri mantan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan yang kini sedang menjalani pidana penjara di Way Huwi kalah unggul bersaing untuk mendapatkan perahu PPP pada pilkada 2018 mendatang.

“ Kader kami di Tanggamus lebih banyak mendukung pak Samsul Hadi ketimbang bu Dewi untuk diusung oleh PPP. Sekitar 10 nama balonbup dan balon wabup yang mendaftar dan mengikuti penjaringan PPP, telah kami sampaikan ke DPP. Kita tinggal menunggu saja keputusan nama yang akan direkomendasikan, karena semua keputusan ada di DPP,” papar dia.

Diduga Kongkalikong, Bibit Bawang Dinas Pertanian Pringsewu Busuk

18.43
Tanda Serah Terima Bibit Bawang dari CV.LIMA LIMA
PRINGSEWU, KI - Pendistribusian bantuan bibit bawang merah diempat Kecamatan diwilayah Kabupaten Pringsewu busuk. Akibatnya kelompok tani yang menerima bantuan tersebut mengeluh tersebar diempat kecamatan yakni Gading Rejo, Pringsewu, Pardasuka dan Pagelaran.

Kondisi bibit yang dikeluhkan berasal dari Dinas Pertanian, Tanaman pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kabupaten Pringsewu dengan anggaran sekitar Rp 160juta. Hal ini memunculkan adanya dugaan kongkalikong antara rekanan penyedia bibit dengan oknum pegawai sehingga kualitas bibit mengecewakan. Selain itu juga seluruh agota kelopok tani mengeluhkan kondisi fisik bawang bantuan dari DPPTPH bibit tidak bisa ditanam.

Wardi (40) salah satu warga mengatakan bantuan bibit dalam kondisi busuk sudah terjadi beberapa kali sehingga ini bukan yang pertama. Disebutkan dia pada 2016 bibit yang diterimanya juga sama.

“Dari total disalurkan ke kelompok tani di Subur 3 pekon podomoro, dari Satu ton bawang merah hanya 70 persen yang layak ditanam, 30 persennya busuk semua,” ungkap Wardi

Bibit bawang yang disalurkan sudah diterima kelompok tani. Sebagiannya dalam keadaan busuk. Oleh sebab itu ia berharap, agar bibit yang tidak berkualitas dapat diganti dengan bibit yang lebih bagus supaya dapat dimanfaatkan oleh petani setempat.

“dari 20 persen yang busuk kami buang (ditimbun), yang kelihatan masih Bagus kami iris untuk di goreng, sayang dari pada dibuang, tapi, 80 persen masih Bagus kami jadikan bibit,” terangnya

Pengiriman bibit yang di salurkan oleh Dinas pertanian pun diketahui melalui pihak ketiga CV. Lima Lima. perusahaan juga disinyalir tidak mengirim pemberitahuan terlebih dahulu sebagai pihak pengirim bibit bawang merah.

"terkait pengiriman bibit bawang, kami jadi kebingungan, karena, Persiapan lahan yang ada belum kami olah sebagai lahan tanam," tegas petani ini, Rabu (6/9).

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Ali hamidi membenarkan bibit bawang dalam kondisi busuk. Menurutnya saat ini sedang diupayakan agar bibit yang busuk segera diganti. "Saya sudah berkomunikasi dengan pihak rekanan agar segera menggantikan bibit bawang, ooh Maaf ya mas, suaranya putus - putus, saya lagi dijalan menuju arah Gadingrejo, nanti telpon lagi, Saat ditanyakan CV. Lima Lima, itu Rekanan dari bandar lampung mas,"tuturnya.
 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes