NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Lamsel Kekurangan ASN Pengadaan Barang dan Jasa

08.20
LAMSEL : Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan masih mengalami kekurangan ASN sebagai panitia pengadaan barang dan jasa.

Data yang diperoleh saat ini, dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Lampung Selatan hanya terdapat 50 orang ASN yang telah memiliki sertifikasi pengadaan barang jasa. Yang secara otomatis, pemegang sertifikasi tersebut bisa dijadikan panitia pengadaan barang dan jasa. Sebaliknya, jika belum memiliki sertifikasi tersebut tidak bisa dijadikan panitia tersebut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Pembangunan dan Sumber Daya Alam (SDA) Anton Carmana saat ditemui dikantornya, Selasa (02/08/2016).

"Saat ini kita memiliki 50 ASN yang telah memiliki sertifikat itu. Jika dibilang ideal ya ideal, dibilang tidak ideal ya enggak juga. Apalagi kalau ASN itu kedepan sudah jadi pejabat, secara otomatis dia tidak mau lagi jadi PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)," kata Anton Carmana.

Ditanya mengenai idealnya jumlah ASN memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa disetiap SKPD ? Mantan sekretaris Bappeda Lampung Selatan ini membeberkan, disetiap SKPD seharusnya memiliki 3 sampai 5 orang ASN.

"Itu merujuk atau sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) nomor 4 tahun 2015 tentang Pengadaan. Barang/Jasa Pemerintah. Baru bisa dikatakan idela jumlanya," kata Anton Carmana.

Lebih jauh diungkapkannya, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintahan, wajib bagi panitianya memiliki sertifikat. Sebab, jika panita tidak memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa akan berbenturan dengan peraturan yang berlaku.


"Ya, apabila tidak memenuhi ketentuan yang ada, akan menjadi temuan pihak pemeriksa. Dan ppk yang tidak memiliki sertifikat, pengadaan dan segala macamnya tidak sah," pungkasnya. (fitri)

Pejabat Lamsel Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif

08.18
LAMSEL : Pejabat aparatur spil negara (ASN) khususnya dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan harus aktif, kreatif dan berinovasi. Terlebih, pejabat setempat harus panda-pandai memanfaatkan program pusat agar ditempatkan (jemput bola, red) di kabupaten berjuluk ragom mufakat ini.

Hal tersebut dikatakan Bupati Zainudin Hasan disela kunjungannya melihat bantuan eskapator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (02/08/2016).

“Seperti bantuan eksavatoor yang diperoleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Selatan ini, harusnya diikuti instansi lain. Menurut saya, masih banyak peluang bantuan yang bisa diambil dari pemerintah pusat,”ujar dia.

Menurut dia, untuk mendapatkan bantuan seperti di DKP dan Dinas Pertanian tentunya harus ada kelompok. Oleh karena itu, di imbau kepada anak-anak muda dari pada menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pengangguran segera kumpul untuk bertemu dengan Bupati Lamsel.

“Atur waktunya kapan kita bisa bertemu. Nanti, akan saya pertemukan dengan para Kepala Dinas. Kita jangan cari uang perak-perakan (recehan,red). Tapi, kita cari uang yang gepokan (tumpukan,red) atau miliaran seperti bantuan eksavator ini,”katanya.

Lebih lanjut dia, menjelaskan nanti anak-anak muda akan diajarkan bagaimana membuat kail (Pancing,red) tidak akan diberikan uang recehan. Untuk kelompok tani zaman dulu, entah kelompok tani beneran apa bukan.

“Saya ingin anak-anak muda, segera buat kelompok tani. Nanti, akan kita ajukan banyak di Dinas Pertanian dan kelautan cukup banyak. Bahkan, di bidang lain juga banyak. Sehingga, kedepan tidak ada lagi anak muda di Lamsel yang nanggur. Mereka (anak muda) nanti juga akan diajarkan menjadi operator untuk menjalankan eksavator. Ini kan peluang, mereka bisa mendapatkan gaji dan upah,”pungkasnya. (fitri)


 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes