NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Gubernur Lampung Dorong Peternak Ikut Asuransi Ternak

19.25
Ilustrasi-Peternakan Sapi
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendorong peternak sapi ikut program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Hingga Agustus 2017, AUTS menjamin 3.806 ekor sapi dari kematian dan kehilangan di seluruh Lampung. 

"Sebagai salah satu lumbung ternak nasional, Pemprov Lampung ingin ada jaminan keberlanjutan usaha ternak dari risiko mati dan hilang. Oleh karena itu, saya mendorong agar peternak ikut program ini untuk memberikan rasa aman bagi peternak jika sapi mati, hilang, dan kecelakaan," kata Gubernur Ridho, Selasa (26/9/2017).

Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, populasi ternak sapi pada 2017 mencapai 685.802 ekor dan diprediksi pada 2018 naik menjadi 702.947 ekor. Jumlah itu menempatkan Provinsi Lampung sebagai penghasil ternak sapi urutan keenam nasional atau terbesar di luar Pulau Jawa. 

"Kita terus berupaya meningkatkan populasi ternak sebagai upaya mendukung swasembada daging sapi yang dicanangkan pemerintah pusat untuk mengurangi impor sapi. Namun harus diikuti perlindungan agar peternak terhindar dari risiko kerugian. Jika merugi, tentu peternak sulit melanjutkan usahanya," sambung dia.

Besaran jumlah ternak itu, lanjut Gubernur, memerlukan perlindungan agar peternak tetap bisa melajutkan usahanya jika terjadi musibah kematian, kecelakaan, dan kehilangan. Tahun ini, Pemprov Lampung menargetkan 5.000 sapi dapat perlindungan. Jika target itu tercapai, pada 2018 ditargetkan 5.000 sapi diasuransikan.

Pada tahun pertama, peternak masih mendapat subsidi premi 80%, sehingga dari total premi Rp200 ribu per ekor, peternak cukup membayar Rp40 ribu. Jika ternak sapi mati atau hilang PT Asuransi Jasindo, mengganti kerugian peternak bisa mencapai Rp10 juta. 

"Ada empat risiko yang ditanggung yakni mati karena penyakit, mati karena beranak, mati kecelakaan, dan kecurian. Dasar penghitungan kerugian berdasarkan harga pasaran sapi yang berlaku di Lampung. Jadi tidak sama nilai kerugiannya dengan provinsi lain," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Dessy Desmaniar Romas.

Program ini, kata Dessy, diikuti peternak di 15 kabupaten dan kota. Sebanyak sembilan kabupten/kota bahkan melampai target 100%. Kesembilan kabupaten/kota yang melampau target itu yakni Mesuji mencapai 186, Pringsewu (231), Way Kanan (354), Lampung Selatan (1.023), Tulangbawang (283), Lampung Barat (258), Metro (54), Pesisir Barat (121), dan Bandar Lamnpung (64).

Sedangkan kabupaten yang belum mencapai target yakni Lampung Utara sebanyak 138 ekor, Lampung Timur (519), Pesawaran (185), Tanggamus (159), dan Lampung Tengah 231 ekor dari target 1.268. Dengan demikian, dari target 5.000 ekor realisasinya 3.806 atau 76,12%. 

"Sapi yang diasuransikan ini jantan dan betina berusia enam hingga delapan bulan untuk sapi potong. Sedangkan sapi perah berusia satu hingga delapan tahun. Saat diasuransikan sapi dalam kondisi sehat," kata Dessy Romas. 



18 Gubernur Hadiri Hari Kopi Internasional

19.19
ilustrasi
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) - Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Hari Kopi Internasional (Internasional Coffe Day) 29 September hingga 1 Oktober 2017 yang dipusatkan di Bandar Lampung dan Tanggamus. Ajang ini diharapkan dapat meningkatkan gengsi kopi robusta Lampung dari biji menjadi olahan.

“Even ini juga diharapkan mampu menunjang produktivitas perkebunan kopi, peningkatan wawasan, ajang kompetisi, dan promosi berbagai produk kopi, yang berujung pada peningkatan citra kopi robusta Lampung,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Ferynia Mawardji, di Aula Kantor Dinas Perdagangan, Selasa (26/9/2017).

Beberapa materi acara diikuti daerah sentra penghasil kopi Indonesia. Kemudian, seminar, talkshow, Tour The Coffee Knowledge berupa wisata agro berbasis ilmu pengetahuan di Kebun Percontohan PT Nestle Indonesia, Dusun Penginyongan, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talangpadang, Tanggamus.

Rangkaian acara juga kejuaraan Barista Tingkat Nasional 2017, terdiri dari tiga kategori yaitu manual brewing, coffee cup testing robusta, dan latte art. “Ada sekitar 60 peserta internasional, 24 peserta lomba brewing, 18 peserta lomba latte, dan 18 peserta cup test yang berasal dari Yogyakarta, Medan, Sulawesi Barat, dan Jakarta. Sedangkan dari Lampung berasal dari Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Barat, Tanggamus dan Lampung Utara,” kata Ferynia.

Prosesi pembukaan dimeriahkan pelepasan balon led diiringi lighting show pada puncak acara. Ajang ini mengundang Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Pariwisata, Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, dan 20 duta besar, serta 18 gubernur penghasil kopi se-Indonesia.

“Hari Kopi Internasional ini diharap dapat meningkatkan nilai jual, daya saing, dan branding kopi Indonesia yang lebih mendunia dan dapat memperkenalkan kopi robusta Lampung ke mancanegara. Selain itu, menumbuhkan inovasi baru dan pelaku usaha kopi yang berujung pada kesejahteraan petani kopi lampung dan pertumbuhan konsumsi lokal kopi Lampung,” ujar Ferynia. 


 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes