NASIONAL

Featured Video

Games

daerah

Fashion

pendidikan

NASIONAL

Fun & Fashion

International

Latest Updates

Jualan Ronda Jelang Pilkada

02.07

Ilustrasi
kopiinstitue.com - Aktifitas Ronda belakangan ini kembali menjadi familiar di telinga kita, sistem keamanan mandiri dengan partisipasi swakarsa masyarakat ini memang orientasinya menciptakan rasa aman selain itu juga merajut semangat kebersamaan dan jalinan silaturahim.

Meskipun tidak dapat dipungkiri jika sistem keamanan yang paling konvensional ini merupakan warisan kolonial yang sejarah berawal dari berdirinya pos-pos penjaga di zaman Belanda.

Boomingnya Ronda di Kabupaten Lampung Tengah yang digagas Bupati Mustafa dan dimbangi dengan derasnya intensitas media dalam semangat kebersamaan dengan Pemkab Lamteng yang dikemas apik melalui release Humas ataupun membangun pondasi simbiosis mutualisme dengan mensosialisasikan Ronda melalui ruang-ruang komersial yang nilainya berdasarkan kesepakatan bersama yakni advetorial.

Tentunya sudah dapat ditebak, Ronda Lamteng menjadi populer bahkan sebutan Bupati Ronda terhadap Mustafa justru menjadi kemasan baru  dan layak jual  dalam konteks Pilkada, karena adanya sosialisasi yang berlebihan pada Ronda itu secara otomatis  akan terbangun pencitraan positif. 

Dan tidak dapat ditampik ganjaran citra yang menjadi hasil akhir dan itu sangat manusiawi. Bahkan Mustafa sekalipun tetap berorientasi kepada hasil oleh sebab itu Terciptanya Rasa Aman bagi warga Lamteng menjadi sangat efektif dijadikan alibi untuk kegiatan Ronda.

Sebagai pemangku kepentingan,  Mustafa jeli melihat peluang. Maklum Ketua DPW Nasdem Lampung ini matang dalam berorganisasi. 

Urusan bangun citra, giring opini bahkan tebar pesona bukan hal yang sulit untuk dilakukannya, dan sesuai prediksi ketika Ronda Lamteng pertama kali dilakukan nyaris tidak ada sentimen publik yang muncul justru dukungan dan apresiasi terlihat dominan. 

Adanya fenomena itu karena gencarnya back up media dan alokasi anggaran publikasi melalui Humas Pemkab Lamteng.

Beberapa pihak sangat menyayangkan inisiatif berlebihan yang dilakukan Mustafa atas intruksi Gubernur Lampung nomor 3 Tahun 2015 Tentang Pengefektifan Kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Tak heran opini negatif mulai bermunculan jika pelaksanaan ronda di Lamteng telah menyimpang dari tujuan awal, kecenderungan membangun citra justru lebih mendominasi dan sebagian pengamat bahkan berpendapat jika Ronda hanya sebagai komoditas politik Ketua DPW Nasdem untuk Pilgub 2018 mendatang.


Tak ada gading Yang tak retak, begitu juga dengan Bupati Ronda, fokus terhadap terciptanya rasa aman justru mengganggu konsentrasi Mustafa untuk menuntaskan janjinya terhadap masyarakat saat kampanye Pilkada Lamteng tahun lalu.

Lazimnya politisi sangat karib dengan ranah abu-abu, takdir manusia sebagai mahluk tuhan yang mempunayi nafsu juga terjadi pada Mustafa, kini jangan berharap lagi kita mendengar mantan Ketua Kadin Lampung ini membantah pertanyaan media jika Ia tidak ingin berspekulasi soal Pilgub, tenaga harta jiwa dan raga yang difokuskan untuk membangun tanah kelahiran hanya dapat kita temui dalam halaman arsip dibeberapa media

“Lampung Tengah ini baru mulai mau aman. Kampung-kampungnya mau kita buat terang, karenanya saya tidak mau berspekulasi soal pemilihan gubernur. Saat ini, tenaga dan pikiran saya hanya fokus untuk pembangunan Lampung Tengah,” bantah Mustafa beberapa waktu lalu seperti dikutip dari ruangmustafa.com.

Kini tinggal masyarakat Lamteng yang dihinggapi rasa cemas akan kondisi keamanan di lingkungan mereka, kondisi daerah yang menurut Bupati Ronda Baru Mulai Mau Aman berpeluang tidak aman kembali.

Hal ini bukan tanpa alasan, tingakt partisipasi warga yang mengalami peningkatan luar biasa setelah di galakkan ronda oleh Mustafa hampir sebagian besar karena tergiur dengan sejumlah iming-iming, dana stimulan yang dijanjikan.

Akhirnya Ronda  diyakini Mustafa menjadi Kecap Nomor Satu yang mendapat rekomendasi untuk menjadi komoditi paling menjanjikan dalam konteks membangun citra untuk menuju pesta demokrasi lima tahunan di Provinsi Lampung.

Akhirnya ekspektasi masyarakat Lamteng untuk tetap bersama Bupati Ronda dalam menciptakan rasa aman lambat laun selama lima tahun kedepan terkhianati oleh sikap inkonsistensi dari seorang pejuang restorasi.(****)

Pelayanan Publik Pemkot Bandar Lampung terindikasi dibawah pengaruh narkoba. Herman HN didesak Panggil Andre Sekdis Diskominfo.

01.22

Ketua Granat Bandar Lampung Anshori, SH.MH
BANDARLAMPUNG, KI - Walikota Bandar Lampung Herman Hasanusi didesak untuk segera mengambil tindakan bersih-bersih anak buahnya yang terlibat serta positif narkoba.

Hal itu disampaikan Ketua DPC Granat Bandar Lampung Anshori. Menurutnya, tertangkapnya Andre merupakan peristiwa kesekian kali pejabat Pemkot Narkoba.

"tidak mungkin polisi tanpa dasar yang jelas menangkap Sekretaris Diskominfo Bandar Lampung Andre, apalagi sampai nginep di sel tahanan selama dua malam. Ini jelas masalah. Oleh karena itu, Walikota harus panggil Andre dan minta penjelasan karena kalau tidak maka publik akan menilai bahwa pejabat Pemkot bandar lampung semua dalam pengaruh narkoba," ujar Anshori.

Anshori menjelaskan, komitmen Herman HN juga harus dibuktikan dengan membuka secara terang kepada publik atas 9 Urine positif hasil tes Urine tahap dua BNN Provinsi Lampung.

"nah 9 Urine yang dulu positif dibuka saja siapa saja. Tidak menutup kemungkinan pejabat tinggi Pemkot pemakai narkoba. Inikan indikasi awalnya sudah kuat. Kita tidak boleh menuduh tapi kalau ada indikasi kita wajib mengungkapkapnya karena kalau tidak maka pelayanan Pemkot Bandar Lampung terhadap masyarakat dibawah pengaruh narkoba," tegasnya.

Diketahui, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Kota Bandar Lampung Andre ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandar Lampung.

Penangkapan Andre terjadi pada 18 April 2017 kemarin yang diduga turut serta dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Andre ditangkap dirumah rekannya Johan dan sempat di Penjara selama dua malam dalam tahanan Polresta Bandar Lampung.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono membenarkan penangkapan Andre oleh Satresnarkoba. 

"iya benar Andre Sekretaris Diskominfo Kota Bandar Lampung ditangkap," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono, rabu (26/4)

Setelah ditahan selama dua malam, Andre pun dibebaskan pihak Polresta Bandar Lampung karena pihak Satresnarkoba menyatakan Andre tidak terlibat dan tidak terbukti.

"jadi si Andre itu ditangkap pada saat kita melakukan penggeledahan barang bukti dirumahnya Johan. Kebetulan si Andre ada disitu maka kita amankan, kita periksa. Jadi dia tidak terlibat," sambung Murbani

Saat disinggung soal penahanan Andre selama dua malam, Kapolresta mengatakan hal itu sudah menjadi ketentuan pihaknya. "ya ndak masalah itu ketentuan kita," ucapnya 

Peristiwa ini menambahkan satu lagi daftar Pejabat dan PNS Kota Bandar Lampung terlibat narkoba. Sebelumnya dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Bandar Lampung ditangkap satuan reserse narkoba Polresta Bandar Lampung karena diduga melakukan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu juga dibebaskan.

Dalam kasus ini, penangkapan tersebut terjadi pada selasa (18/4) sekitar pukul 14.00 wib disebuah rumah dibilangan jl Palapa Durian Payung Bandar Lampung, tepatnya setelah kampus STKIP Bandar Lampung arah pemakaman umum setempat.

Pantauan di Lapangan bersama sejumlah warga yang melihat penangkapan tersebut, reserse narkoba berjumlah enam orang menangkap dua PNS terdiri satu laki-laki dan satu perempuan. Kemudian satu lagi yang turut diamankan tukang sumur bor yang sedang bekerja disana.

Irman (40) warga yang melihat kejadian tersebut mengatakan, rumah tersebut sering dijadikan tempat kumpul-kumpul sejumlah orang yang memakai seragam PNS.

"rumah itu sih sering tempat kumpul-kumpul orang yang pakai pakaian PNS, nah kita gak tahu didalam ngapain mereka," ujar dia

Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Kapolresta, oknum PNS tersebut hanya diamankan petugas karena tidak terbukti terlibat dan tidak terbukti penyalahgunaan narkoba.

Meski begitu, pihak kepolisian tidak menyebut hasil tes urine ketiga orang yang diamankan terkait dugaan tindak pidana narkoba.

"yang PNS hanya diamankan karena tidak terlibat dan terbukti," ujar Kombespol Murbani Budi Pitono kepada kopiinstitute.com, kamis (20/4).

Sebelumnya Pejabat PEMKOT BANDAR LAMPUNG yang dipengaruhi penikmat sabu-sabu, setelah sebelumnya Gumsoni (mantan kadisnaker Bandar Lampung) yang kerap pesta sabu diruang kerjanya.

Kemudian, ada 9 PNS Bandar Lampung yang positif narkoba berdasarkan tes urine BNN Provinsi Lampung yang sampai hari ini ditutup oleh pemerintah kota. Terkait hal itu, ditengarai pejabat tinggi diduga positif.(WENDRI WAHYUDI)
 
Copyright © Bunk PeNa. Designed by OddThemes & VineThemes